Batas Gowa-Makassar Macet, Rencana Perketat Mobilitas Tidak Optimal - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Batas Gowa-Makassar Macet, Rencana Perketat Mobilitas Tidak Optimal

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk memperketat pengawasan terhadap mobilitas orang yang masuk dan keluar Kota Makassar utamanya di pintu-pintu masuk di Kota Makassar rupanya hanya sekedar wacana belaka.

Dalam rilis yang dibuat Humas Pemkot Makassar beberapa waktu yang lalu, disebut ada sebanyak tujuh perbatasan yang menjadi pintu masuk jalur darat ke Kota Makassar akan dilakukan penjagaan ketat oleh Dinas Perhubungan Kota Makassar bersama BPBD, Dinas kesehatan dan Satpol PP Kota Makassar. Salah satunya perbatasan Makassar dengan Kabupaten Gowa.

Namun rencana tersebut rupanya tidak berjalan sesuai harapan, terlihat dari pantauan CCTV Diskominfo Makassar yang diunggah di Twitter, Selasa (7/4/2020) pukul 10.00 Wita terlihat batas Kota Makassar dengan Kabupaten Gowa sangat macet. Dan kemacetan tersebut terlihat didominasi oleh kendaraan roda empat.

“09.26. Batas kota Alauddin-syech yusuf padat dan stuck di per4an, tdk ada yg mau ngalah. #CCTVDiskominfoMKS,” caption foto yang di unggah Diskominfo Makassar di akun Twitternya.

alterntif text

Sebelumnya, Pj Wali Kota Makassar, M Iqbal S Suhaeb mengatakan setiap pendatang yang hendak masuk atau keluar wilayah Makassar dilakukan pemeriksaan suhu tubuh dengan alat thermo scan infrared serta penyemprotan disinfektan terhadap seluruh kendaraan yang melintas. Mengecek dan memastikan orang yang masuk maupun yang keluar dalam kondisi normal.

“Kami lakukan pengecekan suhu badan, jika ada yang memiliki panas di atas normal kita langsung lakukan pemeriksaan sesuai SOP. Di setiap perbatasan kami siapkan tim medis untuk lakukan pemeriksaan kesehatan terhadap pengendara yang memiliki suhu badan di atas normal,” terang Iqbal Suhaeb saat melakukan pemantauan di Posko Covid-19 Barombong, Sabtu (4/4/2020).

Iqbal mengatakan tidak akan melakukan lockdown dikarenakan kewenangan pemerintah pusat. Untuk itu, Pemkot Makassar perketat sejumlah pembatasan, baik itu karantina wilayah yang menjadi episentrum penyebaran virus. Pembatasan ketat untuk warga yang ingin masuk dan keluar pulau.

Selain Pj Wali Kota, Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Mario Said ikut menjelaskan langkah yang dilakukan oleh jajarannya ke depan.

“Sebanyak 100 lebih personil kami turunkan untuk menjaga di tujuh pintu masuk melalui jalur darat Kota Makassar. Kami berkolaborasi teman-teman Satpol PP, BPBD, Damkar dan Dinas Kesehatan dalam mengawasan perbatasan ini. Selain itu kami juga melakukan penyemprotan disinfektan kepada seluruh kendaraan yang melintas, baik kendaraan roda dua maupun roda empat,” ujar Mario Said.

Menurut Mario, ada tujuh wilayah perbatasan yang dilakukan pengawasan ketat yakni perbatasan Maros – Makassar di jalan Perintis Kemerdekaan, jalan Hertasning perbatasan Makassar – Gowa, Jalan Sultan Alauddin perbatasan Makasar – Gowa, Jalan Poros Barombong Tamalate perbatasan Makassar – Takalar, Terminal Mallengkeri, Terminal Daya, serta Dermaga Kayu Bangkoa.

(Isak Pasabuan)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending