Soal Permintaan Salat Tarawih Di "Zona Hijau" MUI Bilang Begini - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Soal Permintaan Salat Tarawih di “Zona Hijau” MUI Bilang Begini

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Pemerintah menetapkan awal Ramadan 1441H jatuh pada Jumat, 24 April 2020. Keputusan ini disampaikan Menteri Agama Fachrul Razi dalam telekonferensi pers usai Sidang Isbat Awal Ramadan 1441H.

Penetapan awal Ramadan juga bertepatan dengan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah wilayah, khususnya di Kota Makassar.

Beberapa pihak meminta agar pelaksaan tarawih bisa digelar di kecamatan atau kelurahan yang berstatus zero pasien postif Covid-19. Salah satunya yang disampaikan Anggota Komisi D DPRD Kota Makassar, Saharuddin Said.

Ajid, sapaan akrabnya, meminta Pemerintah Kota Makassar mengecualikan aturan penutupan rumah ibadah (masjid) di wilayah Kecamatan Kepulauan Sangkarrang.

Kecamatan yang terletak dibagian utara Kota Makassar ini diyakini Sahruddin, hingga kini belum ada warganya yang terinfeksi Covid-19 baik itu ODP, PDP, OTG, hingga positif corona.

“Tapi untuk di wilayah yang benar-benar zona hijau atau nol Covid-19, saya meminta pemkot untuk tidak menutup masjid. Menurut saya, satu-satunya kecamatan di Makassar yang belum ada warganya yang terinfeksi corona hanya di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang,” tegas Sahruddin, Kamis (23/4/2020).

Sahruddin mengatakan, di tanah kehirannya itu sejak awal telah menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan awas. Di setiap pintu masuk dermaga disiapkan tenaga kesehatan yang memeriksa suhu tubuh para pendatang. Sehingga menurut dia, sebaiknya seluruh masjid di Sangkarrang tidak ditutup.

“Saya tekankan khusus di Sangkarrang masjid harus buka. Harap pemerintah tidak melarang warga di sana beribadah di masjid,” pungkasnya.

Sebagian besar masjid di Kota Makassar di malam pertama Ramadan 1441H nampak sepi dari aktivitas salat tarawih. Hal itu dikarenakan imbauan tentang pembatasan ibadah ramadan akibat dampak pandemi Covid-19 oleh pemerintah setempat.

Pembatasan ibadah Ramadan tertuang dalam Surat Imbauan Wali Kota Makassar serta Peraturan Wali Kota Makassar, tentang PSBB.

Tak hanya itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan (Sulsel) juga telah mengeluarkan surat imbuan agar tidak melaksanakan tarawih di masjid, melainkan di rumah masing-masing.

Dihubungi terpisah, Sekretaris Umum MUI Sulsel Prof Muhammad Ghalib menegaskan bahwa sejauh ini imbauan yang dikeluarkan pihaknya tak ada perbedaan dengan sikap MUI pusat, dimana pembatasan ibadah Ramadan dilakukan atas dasar status zona merah Covid-19 di wilayah Sulsel, khususnya Makassar.

“Tidak ada perbedaan dengan MUI pusat, karena Sulsel termasuk zona merah. Penentuan zona hijau, kuning atau merah bukan kewenangan MUI, tapi pemerintah,” tegas Prof Muhammad Ghalib kepada MakassarToday.com.

MUI melalui suratnya menetapkan 11 poin imbauan. Selain meniadakan salat tarawih, umat muslim juga diminta tidak melakukan ngabuburit, buka puasa bersama, hingga sahur bersama di luar rumah atau keramaian.

Para pengurus masjid juga diimbau tidak melakukan ibadah salat tarawih berjemaah di masjid. Prof Ghalib menuturkan kegiatan ibadah akan kembali seperti semula setelah keadaan normal.

(Riel/*)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending