Tata Cara Salat Tarawih Di Rumah - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Artikel

Tata Cara Salat Tarawih di Rumah

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Ramadan kali ini memang agak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jika pada malam-malam bulan Ramadan, masjid-masjid dibanjiri para umat muslim untuk melaksanakan Salat Tarawih berjamaah, kali ini tidak.

Hal ini berkaitan dengan virus corona yang dianggap bisa menimbulkan efek negatif atau mencelakakan umat. Makanya, Kementerian Agama melalui Surat Edaran Nomor 6 Tahun 2020 dan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 14 Tahun, meminta untuk kaum muslim tetap melakukan ibadah Salat Tarawih di rumah saja bersama keluarga.

Lantas, apakah Salat Tarawih boleh dilakukan sendiri?

Seperti diketahui, qiyam Ramadan atau salat Tarwih dulunya memang dilakukan sendiri-sendiri di rumah dan hukumnya sunnah.

Dikutip dari buku “37 Masalah Populer” karya Abdul Somad (hlm. 38), seperti yang diriwayatkan Aisyah Ra, Rasulullah SAW salat di masjid pada suatu malam, lalu orang banyak ikut salat bersama beliau. Pada malam berikutnya orang banyak mengikuti beliau. Kemudian mereka berkumpul pada malam ketiga atau malam keempat, Rasulullah SAW tidak keluar rumah. Pada waktu paginya Rasulullah SAW berkata: “Tidak ada yang mencegahku untuk keluar rumah menemui kalian, hanya saja aku khawatir ia diwajibkan bagi kalian”. Itu terjadi di bulan Ramadan. (HR al-Bukhari dan Muslim)

Salat Tarawih nantinya menjadi kebiasaan umat muslim untuk dilakukan secara berjamaah dan di masjid yakni dimulai pada masa kepemimpinan Umar bin Khattab hingga sekarang ini.

Sejauh ini, ada perbedaan pendapat ulama tentang jumlah rakaat salat tarawih, yaitu 8 rakaat atau 20 rakaat. Dua pendapat tersebut sama-sama memiliki dalil yang kuat.

Dalam Tuntunan Ibadah pada bulan Ramadan di Masa Darurat COVID-19 (2020) oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah (hlm. 43), pendapat bahwa salat tarawih dikerjakan 8 rakaat merujuk pada riwayat Aisyah bahwa Nabi SAW: “Tidak pernah melakukan salat sunah di bulan Ramadan dan bulan lainnya lebih dari sebelas rakaat. Beliau salat empat rakaat dan jangan engkau tanya bagaimana bagus dan indahnya. Kemudian beliau salat lagi empat rakaat, dan jangan engkau tanya bagaimana indah dan panjangnya. Kemudian beliau salat tiga rakaat.” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Maksud salat empat rakaat sebanyak dua kali dalam hadis di atas adalah salat tarawih. Adapun tiga rakaat setelahnya adalah salat witir. Salat tarawih delapan rakaat biasa dijalankan dengan mengerjakan salat 4 rakaat (sekali salam) sebanyak 2 kali. Sementara salat witir dikerjakan 3 rakaat sekali salam tanpa tasyahud awal.

Sementara dalam Buku Saku Ramadan karya Ma’ruf Khozin, dalil salat tarawih 20 rakaat merujuk pada riwayat 4 tabiin, yaitu Said bin Yazid, Yazid bin Rauman, Yahya bin Said al-Qathan, dan Abdul Aziz bin Rafi’. Adapun riwayat Yazid bin Rauman berbunyi, “Umat Islam di masa (Khalifah) Umar bin Khattab RA beribadah di malam bulan Ramadan dengan 23 rakaat.”

Maksud dari 23 rakaat dalam riwayat di atas adalah 20 rakaat untuk sholat tarawih dan tiga rakaat salat witir. Biasanya, tarawih 20 rakaat dikerjakan dengan melakukan sholat 2 rakaat sebanyak 10 kali. Kemudian, sholat witir dilaksanakan dua kali, masing-masing 2 rakaat dan 1 rakaat.

Umat muslim yang melaksanakan sholat tarawih berjamaah di rumah dipersilakan untuk mengikuti dua pendapat mengenai jumlah rakaat sholat tarawih di atas, sesuai dengan keyakinannya.

Urutan tata cara sholat tarawih berjamaah adalah sebagai berikut:

-Mengucapkan niat sholat tarawih sesuai dengan posisinya, sebagai imam atau makmum
-Niat di dalam hati ketika takbiratul ihram
-Mengucap takbir saat takbiratul ihram
-Membaca Surat Al-Fatihah dan kemudian membaca salah satu surat dalam Al-Qur’an
-Rukuk
-Itidal
-Sujud pertama
-Duduk di antara dua sujud
-Sujud kedua Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua
-Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama (mulai dari membaca Al-Fatihah hingga sujud kedua)
-Duduk tasyahud akhir dan salam pada rakaat kedua/rakaat keempat.

(Kronologi.id)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending