Disnaker Makassar Tegaskan Pekerja Dirumahkan Wajib Terima THR - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Disnaker Makassar Tegaskan Pekerja Dirumahkan Wajib Terima THR

Published

on

Makasaarroday.com, Makassar – Jelang lebaran Idul Fitri 1441 tahun 2020 nanti, Dinas Ketenaga Kerjaan (Disnaker) Kota Makassar mewajibkan seluruh perusahaan membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) seluruh karyawannya, termasuk yang dirumahkan sesuai dengan amanat undang-undang.

Kepala Disnaker Kota Makasaar, Irwan Bangsawan mengatakan, tanpa terkecuali seluruh kariawan yang masih terdaftar di perusahaan tersebut dan telah bekerja selama satu tahun wajib menerima THR secara full atau satu kali lipat dari upah pekerja yang diterima.

“Jadi THR karyawan selama dia tercatat sebagai pekerja di perusahaan tersebut dan dia bekerja satu tahun dia berhak mendapatkan THR secar full. Walaupun dia di rumahkan tetap dapat THR,” kata Irwan pada Makassartoday.com, Senin (4/5/2020).

Apalagi, lanjutnya, bagi karyawan yang dirumahkan karena pandemi Covid-19 dan tidak mendapatkan upah sama sekali.

“Justru itu yang berhak dapat THR. Selama mereka tercatat sebagai karyawan disitu maka mereka berhak. THR hak karyawan selama mereka bekerja selama satu tahun,” tegasnya.

alterntif text

Maka dari itu, pihaknya mulai besok, Selasa (5/5/2020) hingga -3 hari sebelum lebaran akan membuka posko pengaduan, tepatnya di Kontor Disnaker Kota Makasaar, Jalan Andi Pangeran Pettarani No.72.

“Jadi kami sampaikan kepada seluruh kariawan untuk melaporkan ke Disnaker apabila belum mendapat THR. Kami akan menyiapkan kontak personnya juga, besok baru disampaikan,” pungkasnya.

Adapun aturan perusahaan dalam pembayaran THR bagi karyawa mengingat sejumlah perusahaan ikut terdampak secara ekonomi akibat pandemi Covid-19 adalah bisa melakukan pembayaran secara bertahap sesui kesepakatan antara perusahaan dan karyawan.

“Pembayaran THR tersebut dapat dibayar secara angsur atau dibayar 2 kali atau 3 kali tergantung dari kesepakatan karyawan dengan perusahaan tersebut karena kondisi,” pungkasnya.

Disebutkan jumlah perusahaan yang terdampak yaitu 316 dengan jumlah tenaga kerja 9.296.

Untuk upah sendiri ada 321 karyawan yang telah menerima upah full, 4.732 mendapat upah 20 persen dari gajinya dan 4.241 tanpa upah sama sekali. Dan yang PHK sebanyak 224.

(Isak Pasabuan)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending