Tanpa PSBB, Bali Dinilai Sukses Tekan Kasus Covid-19 - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Nasional

Tanpa PSBB, Bali Dinilai Sukses Tekan Kasus Covid-19

Published

on

Makassartoday.com, Jakarta – Meskipun dinilai menunjukkan keberhasilan yang tinggi, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bukan lagi prioritas. Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, yang paling utama adalah kepatuhan semua pihak para  penyelenggara negara dan masyarakat untuk melaksanakan protokol kesehatan.

“Kita tidak lagi mendorong PSBB. Ada atau tidak ada PSBB, tidak lagi dipersoalkan. Karena yang paling utama adalah kepatuhan dan disiplin yang tinggi menjalankan protokol kesehatan oleh masyarakat dan semua jajaran pemerintah pusat hingga RT dan RW,” kata Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Letjen Doni Monardo dilansir Beritasatu.com, Kamis (14/5/2020).

Hasil kajian Gugus Tugas menunjukkan, ada daerah yang tidak menerapkan PSBB, namun angka penyebaran Covid-19 cukup rendah. Sebaliknya, ada daerah yang menerapkan PSBB, tapi sebagian tidak sukses menekan penyebaran Covid-19.

Walaupun diakui mayoritas wilayah PSBB lebih bagus dalam menekan angka penyebaran Covid-19, ada sebagian wilayah yang tidak sukses. Sebaliknya, Doni memberi contoh, Provinsi Bali yang tidak menerapkan PSBB mampu menekan penyebaran Covid-19. Padahal, Pulau Dewata adalah daerah turisme.

Hingga Januari dan Februari 2020, wisatawan mancanegara masih mengunjungi Bali.

alterntif text

“Ada daerah yang sukses melaksanakan PSBB, yakni Tegal. Angka Covid sudah 100% negatif,” papar Doni. Sedangkan PSBB di DKI Jakarta, Depok, Bogor, dan Bekasi belum sepenuhnya sukses walaupun jumlah kasus baru di Jakarta mulai menunjukkan penurunan. PSBB di Ibu Kota harus diperpanjang karena tidak semua warga patuh terhadap protokol kesehatan.

Kepatuhan terhadap protokol kesehatan, antara lain adalah memakai masker, menjaga jarak fisik, menghindari kerumunan, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, memakai hand sanitizer, serta tidak memegang mata, hidung, dan mulut sebelum cuci tangan.

Bila ini dijalankan, menurut Doni, PSBB dan tidak PSBB menjadi tidak lagi relevan. Karena yang paling penting adalah kedisiplinan untuk mematuhi protokol kesehatan.

“Tingkat kepatuhan inilah yang harus senantiasa disosialisasikan,” ungkap Doni, yang juga kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tersebut.

Doni mengimbau para pemimpin daerah, baik provinsi maupun kabupaten dan kota, untuk lebih disiplin dan solid menjalankan protokol kesehatan. Dengan kewenangan hingga RT dan RT, pemerintah daerah bisa sukses untuk membebaskan wilayahnya dari wabah Covid-19.

Saat ini, swab test dan pemeriksaan di laboratorium yang menjalankan pemeriksaan seacara real time polymerase chain reaction (RT PCR) sudah ada di hampir semua provinsi.

Dengan swab test yang dipercepat, penyebaran Covid bisa lebih dipetakan. Dengan demikian, upaya memutus mata rantai penyebarannya akan lebih mudah.

(Sumber: BeritaSatu.com)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending