Mal Di Makassar Sudah Dibolehkan Beroperasi, Sepanjang Penuhi Syarat Ini! - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Mal di Makassar Sudah Dibolehkan Beroperasi, Sepanjang Penuhi Syarat Ini!

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar sepakat melomggarkan aktivitas ekonomi meski pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap kedua masih tersisa empat hari kedepan. Salah satu tempat usaha yang dibolehkan beroperasi adalah pusat perbelanjaan atau mal.

Pj Wali Kota Makassar, Yusran Jusuf mengatakan, hasil peretamuan dengan pihak pengelola mal sepakat untuk kembali menjalankan akvitas ekonomi, namun mereka diwajibkan tetap menjalankan protokol Covid-19.

“Kita undang berdiskusi mendengarkan kesanggupannya. Mereka (pengelola) meminta bahwa sekiranya mal itu sudah dibuka, maka apa yang mereka bisa lakukan semua berkomitmen bahwa melakukan protokol kesehatan sebelum usaha mereka dibuka,” kata Yusran saat wawancara di Posko Covid-19 Makassar, Jalan Nikel, Senin (18/5/2020).

Adapun toko-toko non pangan, seperti toko elektronik, aksesoris, perkakas rumah tangga serta alat tulis juga dibolehkan beroperasi, namun dengan menggunakan sistem protokoler kesehatan yang sama dengan pusat perbelanjaan.

alterntif text

“Pada prinsipnya kami sudah ada komitmen dari mereka kita sudah tahu dan kita juga sebenarnya lebih memastikan karena kita rapid test massal nantinya,” kata Yusran.

Sementara untuk tempat usaha yang menjual kebutuhan pangan, seperti rumah makan, restoran, cafe dan warung kopi, disebutkan tetap buka seperti biasa namun tetap dengan sistem take away (bungkus bawa pulang). Sistem take away, itu tetap berlaku hingga status PSBB berakhir.

Yusran menegaskan, pelonggaran aktivitas ekonomi seperti yang ia sebutkan sebelumnya masih akan dibahas ulang di tingkat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulsel. Meski begitu, Yusran mengaku, sepanjang pengelola usaha menyatakan siap menjalankan prosedur kesehatan yang ditetapkan, maka saat itu juga tempat usaha bisa dioperasikan.

“Akan ada peraturan dibuat untuk menjadi dasar kita. Tapi intinya bahwa yang penting protokol kesehatan itu diterapkan dan kita memantau melihat kesiapan masing-masing pihak dan kelihatannya itu bisa kita jamin,” pungkasnya.

(Isak Pasabuan)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending