Tenaga Medis Pasien Covid-19 Mengaku Terima THR Rp400 Ribu - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Tenaga Medis Pasien Covid-19 Mengaku Terima THR Rp400 Ribu

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Sejumlah tenaga medis pasien Covid-19 di Kota Makassar mengaku kecewa lantaran besaran Tunjangan Hari Raya (THR) yang mereka terima jauh dari harapan.

MS, salah seorang perawat di Rumah Sakit Ibu dan Anak Bahagia yang merupakan salah satu rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di Kota Makassar membeberkan kondisi tersebut.

“Cuma itu ji, yayasan kasih 400 (THR) karena dia bilang tidak ada uangnya,” beber MS, Kamis (21/5/2020).

Lebih jauh MS mengatakan, bahwa gaji jasa medik hanya terbayar penuh saat bulan Maret dan baru terbayar di bulan Mei, sementara gaji bulan April belum hingga kini belum ia terima.

“Jasa medik tidak adapi, tiap bulan itu diterima jasanya kalau ada,” terangnya.

MS mengaku sedianya per tanggal 13 atau 15 gaji sudah ia terima. Namun, hingga saat ini, dia mengatakan hanya menerima THR sebanyak Rp400 ribu.

“Teman-teman mengeluh semua. Kan harusnya full THR,” ungkapnya.

Ia pun mengeluhkan transparansi pihak rumah sakit yang tak merinci pokok soal ihwal THR yang tak terbayarkan secara penuh.

“Walaupun mungkin tidak bisa dikasih semua, tapi intinya bisa ditahu apa masalahnya, kenapa kita nda dikasih itu THR,” keluhnya.

alterntif text

Ia mengatakan THR yang ia terima sama seperti uang jasa. MS mengatakan dirinya hendak melaporkan kasus tersebut ke Dinas Ketenangankerjaan, namun urung ia lakukan lantaran punya pengalaman buruk.

“Kemarin mau lapor ke Disnaker, cuma pernah anak-anak melaporki ke sana, gajinya dia 1 juta ji, pergiki melapor. Mentahki,” kata MS.

MS menceritakan bagaimana sulitnya merawat pasien di tengah fasilitas medis yang terbatas.

Belum lagi, saat pulang ke rumah dan harus menjaga jarak dengan keluarga. Ia juga mendapat perlakukan diskriminasi dari tetangga.

Dikonfirmasi terpisah, Dirut RS Bahagia drg. Sukmawati Dahlan tak menampik kondisi tersebut.
Namun ia menjelaskan, bahwa keterlambatan gaji tenaga medis dikarenakan pendapatan rumah sakit yang mengalami penurunan.

“Bukan tak ingin dibayar, hanya belum dibayar. Pendapatan RS hanya seberapa,” kata dia.

Menurut Sukmawati, sebagai rymah sakit swasta, THR dibayarkan sesuai dengan kesanggupan pihak yayasan.

“Jadi untuk memenuhi seperti tahun-tahun kemarin agak susah,” kata dia.

Menurutnya, saat ini pihak rumah sakit masih bisa menggaji tenaga medis ketimbang saat mereka dirumahkan.

“Lebih kasihan lagi kalau dirumahkan,” ungkap Sukmawati.

Dia juga mengaku, bahwa pasien yang dirawat di RS Bahagia bisa dihitung jari, hanya berkisar 2 sampai 3 pasien.

(Rus)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending