Heboh Bendera Palu Arit Di Unhas, WR : Sudah Dilapor Ke Polisi Sejak April - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Heboh Bendera Palu Arit di Unhas, WR : Sudah Dilapor ke Polisi sejak April

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Warga kota Makassar dibuat heboh dengan beredarnya foto bendera merah putih diduga bergambar palu arit di area kampus Universitas Hasanuddin (Unhas).

Pihak rektorat megaku bahwa temuan bendera dengan gambar yang identik dengan lambang Partai Komunis Indonesia (PKI) itu telah dilaporkan ke Polsek Tamalanrea sejak dua bulan lalu.

Hal itu diungkapkan Wakil Rektor (WR) Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Hasanuddin (Unhas), Arsunan Arsin kepada media, Rabu (27/5/2020).

“Sudah di polisi sejak 11 April, berarti satu bulan lebih. Makanya tadi saya bilang ke pak polisi, tolong kalau ada laporan begini cepat diproses karena kalau ada orang tertentu pertanyakan ini, begini jadinya,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, bendera itu pertama kali ditemukan oleh pihak security kampus saat patroli rutin. Meski begitu, dia menyampaikan agar kejadian ini tak perlu di besar-besarkan.

“Kain-kain ji itu kebetulan warnanya agak merah, itu ada gambarnya palu-palu. Dipikirnya tadi barang ini selesai mi, saya belum ada indikasi siapa-siapa pelakunya karena polisi masih melakukan, polisi baru mencari, padahal lamanya ini barang,” tutupnya.

Terpisah, Ormas Brigader Muslim Indonesia (BMI) menegaskan besok, Rabu (27/5/2020) akan melaporko kasus munculnya bendera merah putih dengan gambar palu arit di tengahnya yang berkibar di dalam area Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

Ketua BMI Sulsel, Muhammad Zulkifli dengan tegas menyapaikan muncul bedera berlambang komunis tersebut adalah bentuk penghinaan NKRI apalagi gambar tersebut berada di atas bendera merah putih sebagi lambang negara.

“Ini adalah salah satu bentuk simbol penodaan negara karena bendera tersebut bendera merah puti yang dikasi palu arit,” ucap Zulkifli.

“Kedua kita menganggap bahwa ini adanya indikasi untuk mengembangkan kembali paham komunis di indonesia,” tambahnya.

Zulkifli meminta agar pihak universitas ikut koperarif dalam membantu pihak kepolisian mengumpulkan saksi-saksi dalam mencari pelaku.

Meski Zulkifli mengaku kecewa atas bahasa yang dilontarkan pihak universitas yang menganggap hal tersebut main-main serta kain tersebut adalah kain biasa dan bukan bendera merah putih.

“Ia menganggap mahasiswa ini main-main. Saya kecewa, sementara ini kita tidak bisa main-main kalau seperti ini. Kita harus menjadikan semua ini pelajaran bagi seluruh kampus bahwa hati-hati terhadap kajian-kajian mahasiswa yang mengarah kepada pengembangan dan penyebaran paham komunisme,” jelasnya.

(Isak Pasabuan)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending