Ekonomi Sulit Akibat Pandemi, Pasutri Di Makassar Jadi Pengedar Sabu - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Ekonomi Sulit Akibat Pandemi, Pasutri di Makassar jadi Pengedar Sabu

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Tim Macan Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar mengamankan tiga orang terduga pelaku penyalahgunaan dan pengedar narkotika jenis sabu. Dua diantaranya merupakan pasangan suami istri (pasutri).

Pasutri tersebut, yakni Na alias Lu (47) dan Fa (37). Keduanya merupakan pengedar barang haram tersebut, satu pengedar lainnya, yakni pria Ir alias Ip (27). Mereka diamankan di dua lokasi berbeda di Kota Makassar.

Pengungkapan itu berawal saat polisi mengamankan lelaki Ir di rumahnya yang di Jalan Bayam, Kecamatan Bontoala. Senin (25/5/2020). Dari ketarangan lelaki Ir, polisi pun kembali melakukan pengembangan dan mengamankan pasutri di rumahnya di Jalan Andi Tonro, Kecamatan Tamalate.

“Kalau dua TKP ini kurang lebih 75 gram. Jaringannya masih kita kembangkan. Jadi pelaku Lu dan Fa ini pasangan suami-istri. Menurut pengakuannya baru satu bulan menjual. Kalau lelaki Ir alias Ip pengakuannya kurang lebih tiga bulan, pengedar semuanya,” kata Wakasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Indra Waspada Yudha, saat ekspose para pelaku di Mako Polrestabes Makassar. Kamis (28/5/2020).

Lanjut Indra, dari tangan lelaki Ir, pihaknya mengamankan barang bukti satu sachet dan lima paket kecil berisikan sabu total berat keseluruhan 48 gram. Sementara di kediaman pasutri tersebut pihaknya mengamankan 5 paket sedang berisi total 25 gram. Selain itu petugas juga mengamankan satu buah handphone dan dompet.

“Jadi menurut hasil pemeriksaan kepada tersangka barang buktinya akan diedarkan atau dijual, jika ada sisa akan dikonsumsi. Alasan ekonomi, mungkin juga ada kaitannya dengan situasi pandemi Covid-19. Hasil dari penjualannya juga dipakai untuk kebutuhan sehari pasangan suami istri ini,” jelasnya.

Ketiga terduga pelaku pengedar zat psikotropika itu pun terancam hukuman hingga seumur hidup atas perbuatannya.

“Pasal yang kami terapkan terhadap para tersangka yakni pasal 114 ayat 2 dan pasal 112 ayat 2 UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika dimana ancaman hukumannya minimal 5 tahun maksimal 20 tahun atau seumur hidup,” tutupnya.

(Rus)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending