Mulai Dibatasi, Rapid Test Di Puskesmas Hanya Untuk ODP, PDP Dan OTG - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Mulai Dibatasi, Rapid Test di Puskesmas Hanya untuk ODP, PDP dan OTG

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Pemeriksaan rapid test di 47 Puskesmas di Kota Makassar mulai dibatasi. Pemeriksaan rapid test yang sebelumnya digelar secara massal kini hanya difokuskan pada kelompok masyarakat yang diduga terpapar Covid-19.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar, Naisyah Tun Azikin saat menanggapi kelanjuran pelaksanaan rapid test massal di Makassar.

Kepada wartawan Naisyah menjelaskan, rapid test gratis yang disiapkan pihaknya saat ini hanya ditujukan kepada Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) serta pemeriksaan kedua bagi Orang Tanpa Gejala (OTG) pasca isolasi mandiri selama 14 hari.

“Masih ada (pemeriksaan) tapi khusus untuk ODP, PDP, OTG, atau kontak dengan positif Covid-19, bukan untuk yang lainnya. Bukan umum yang hanya mau kontrol-kontrol. Untuk masyarakat umum tapi ada indikasi, bukan sembarangan bilang mauka berangkat lalu mau periksa, tidak,” jelas Naisyah, Kamis (27/5/2020).

Naisyah menyebut, khusus untuk masyarakat yang hendak ingin bepergian keluar kota ataupun untuk keperluan surat keterangan bebas Covid-19 bisa melalui jalur mandiri di laboratorium-laboratorium swasta ataupun yang lainnya.

Adapun harganya, Naisyah menyebut memang mahal, mulai dari Rp1 juta sampai Rp2 juta lebih.

“Jadi kalau ada yang mau berangkat cari jalur mandiri di laboratorium- laboratorium swasta dan lain, itu ada,” pungkasnya.

Lanjutnya, bahwa Pemerintahan Kota (Pemkot) Makassar tidak bisa memberikan bantuan mengingat alat tes yang dimiliki juga minim, khususnya alat swab test.

Apalagi bagi perusahaan swasta diharap bisa menyediakan sendiri alat test untuk digunakan kariawannya sebelum kembali bekerja. Dikarenakan alat test yang dimiliki pemkot hanya diperuntukkan untuk masyarakat tertentu saja.

“Kalau kami juga tidak punya yang seperti itu. Pemeriksaan swab kami tidak punya, kami dapat dari provensi. PTM itu diberikan apabila ada informasi pemeriksaan swab, jadi kalau tidak ada indikasi maka kami tidak bisa minta di provensi,” tutur Naisyah.

BAGIKAN:
Prev1 of 2
Advertisement
Comments

Trending