Masker Masih Mahal, Kadinkes : Harganya Sudah Begitu - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Masker Masih Mahal, Kadinkes : Harganya Sudah Begitu

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Masker medis sempat langka saat awal pandemi Covid-19 di Indonesia. Kelangkaan terjadi lantaran tingginya permintaan masker di seluruh wilayah. Selain itu, banyak pihak yang tidak bertanggungjawab memanafaat situasi tersebut untuk mencari keuntungan dengan cara “menimbun” masker.

Sejak status darurat kesehatan diberlakukan pemerintah sejak dua bulan lalu, harga masker di pasaran masih saja tinggi. Termasuk masker kain yang dijual di sejumlah apotek di wilayah kota Makassar.

Baca Sebelumnya : Dewan Setujui Anggaran Pengadaan 1 Juta Masker untuk Warga Makassar

Dari penelusuran di salah satu apotek di Jalan Rusa harga masker kain berada pada kisaran Rp9 ribu hingga Rp10 ribu per lembar dari harga sebelumnya yang hanya Rp2 ribuan saja per lembar. Meski stok masker telah tersedia, namun harga yang dipatok terbilang masih mahal.

alterntif text

Menyikapi hal ini, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Makassar, Naisyah Tun Azikin mengatakan jika memang masker yang berstandar kesehatan tersebut askesnya masih susah.

“Harganya sudah begitu. Kami saja masukkan penawaran harganya memang sudah begitu karena langka,” kata Naisyah saat diwawancara di Posko Covid-19 Makassar, Jumat (29/5/2020).

“Walaupun kita mau beli dengan harga mahal nda ada barang karena kondisinya memng begitu. Semua perusahaan sudah kita masukkan nota pemesanan tapi nda ada yang sanggup penuhi,” tambahnya.

Apalagi menjelang penerapan new normal life di sejumlah wilayah di Indonesia serta kebijakam pemerintah yang mewajibkan penggunaan masker bagi para pekerja saat berada di tempat kerja selama pandemi virus Covid-19 atau Corona.

Sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01/07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja, Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha di Situasi Pandemi, yang diterbitkan pada tanggal 20 Mei 2020 lalu.

(Isak Pasa’buan)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending