Meinggal Karena Stroke Divonis PDP, Keluarga Pasien Gugat Gugus Tugas Covid-19 - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Meinggal Karena Stroke Divonis PDP, Keluarga Pasien Gugat Gugus Tugas Covid-19

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Andi Baso Ryadi (46), suami dari almarhuma Nurhayani Abram (48) berencana melaporkan Tim Gugus Tugas Percepatan Penangganan Covid-19 Sulawesi Selatan ke pihak berwajib.

Laporan itu menyusul penetapan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang disandangkan kepada istrinya yang meninggal dunia setelah terkena stroke di Rumah Sakit (RS) Bahyangkara pada 15 Mei lalu.

Kepada media, Andi Baso Ryadi menjelaskan jika almarhuma istrinya meninggal dunia akibat pecah pembulu darah yang disebabkan stroke.

Bahkan, kata dia, almarhuma istrinya hanya mendapat penanganan medis tidak sampai 1×24 jam di rumah sakit.

“Tiba-tiba saja kena stroke, pembuluh darahnya pecah. Sebelumnya mengeluh sakit kepala. Kita bawa ke rumah sakit pukul 15.00 sore dan kurang 5 menit jam 12 malam meninggal dunia. Yang kami bingung karena langsung divonis PDP,” keluh Andi Baso Ryadi, Selasa (2/6/2020).

Akibat status PDP itu, jenazah istrinya pun harus dimakamkan dengan protokol WHO di pemakaman khusus korban Covid-19 Macanda, Kabupaten Gowa. Padahal hasil tes swab pada tanggal 16 Mei, almarhuma istrinya dinyatakan negatif.

Atas dasar itu, Andi Baso Ryadi berencana melayangkan laporan ke Polda Sulael. Andi Baso juga meminta agar jenazah segara dipindahkan ke pemakaman keluarga.

“Apa pun risikonya kalaupun harus menuntut lewat hukum saya akan lakukan,” tegasnya.

Terpisah, Juru Bicara Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Sulsel, Ichsan Mustari mengatakan, apa yang dilakukan pihaknya telah sesuai standar Covid-19.

Menurutnya, protokol pemakaman tetap harus dilakukan karena pasien menunjukkan gejala klinis pneumonia, meski hasil tes swab belum keluar.

“Sudah sesuai protokol dan ketentuan yang ada,” singkatnya.

(Hajji Taruna)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending