Alasan Dinkes Makassar Belum Cairkan Insentif Tenaga Medis Covid-19 - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Alasan Dinkes Makassar Belum Cairkan Insentif Tenaga Medis Covid-19

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Insentif bagi tenaga medis di Kota Makassar yang menangani pasien Corona atau Covid-19 ternyata belum juga cair hingga hari ini.

Adanya keterlambatan tersebut dikarenakan sejumlah tahapan harus dilalui. Termasuk saat ini yang sedang dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Makassar yaitu verifikasi data.

“Belum bisa keluar. Ini sementara verifikasi,” ucap Naisyah dengan singkat saat diwawancara, Rabu (3/6/2020).

Sebelumnya Naysiah mengatakan, pihaknya telah menerima anggaran tak terduga yang bersunber dari APBD Kota Makassar senilai Rp26 miliar.

Anggaran itu meliputi pengadaa (APD), Rapid Tes, pengadaan masker untuk warga, alat pengukur suhu tubuh, dan kantong jenazah serta honor bagi tenaga medis dan tarnsportasi petugas Puskesmas yang melakukan monitoring dan penjemputan warga terduga terjangkit Covid-19.

“Kita sudah siapkan 1.000 APD, termasuk 10.000 masker dan alat rapid test dalam waktu dekat akan didistribusikan. Anggaran ini juga untuk asupan gizi, biaya makan minum, honor dan transportasi. Honor itu untuk petugas medis di ruang isolasi RSUD Daya, sedangkan transpor bagi petugas Puskesmas yang monitoring dan menjemput pasien di lapangan,” jelas Naisyah dalam rapat virtual bersama Komisi D bidang Kesra DPRD Makassar, Rabu (1/3/2020) lalu.

Naisyah juga mengaku telah menerima bantuan dari sejumlah donasi, diantaranya dari beberapa komunitas dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Bantuan termasuk anggaran Rp26 miliar itu, untuk saat ini masih difokuskan membantu para medis yang berada di garda terdepan.

“Karena sifatnya mendesak jadi difokuskan dulu untuk tenaga medis yang berada di garda terdepan. Masker untuk warga nanti menyusul, kami belum bisa melakukan pengadaan dengan jumlah besar karena terjadi kelangkaan di semua wilayah,” sebutnya.

Diketahui, secara umum pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menggelontorkan anggaran sebesar Rp3,7 triliun untuk insentif tenaga medis yang menangani dan merawat pasien virus Covid-19.

Insentif tersebut ditujukan kepada tenaga medis yakni dokter spesialis, dokter umum dan dokter gigi, bidan dan perawat, serta tenaga medis lainnya.

Dengan uraian dokter spesialis Rp15 juta per bulan, dokter umum dan dokter gigi Rp10 juta per bulan, bidan dan perawat Rp7,5 juta per bulan, dan tenaga medis lainnya Rp5 juta per bulan.

Selain itu, pemerintah juga memberikan santunan kematian tenaga kesehatan yang meninggal karena Covid-19 sebesar Rp300 juta.

Namun dalam prosesnya, insentif yang diberikan pemerintah kepada para tenaga medis itu berbasis dari usulan daerah masing-masing. Atau kata lain pemerintah pusat menyiapkan insentif sesuai dengan nama-nama tenaga medis yang diusulkan daerahnya.

(Isak Pasabuan)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending