AUHM Terbitkan 13 Poin Protokol Kesehatan Bagi Usaha Hiburan - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

AUHM Terbitkan 13 Poin Protokol Kesehatan bagi Usaha Hiburan

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Menyikapi kondisi pandemi Covid-19 yang akan memasuki fase kebijakan New Normal, Badan Pengurus Asosiasi Usaha Hiburan Makassar (AUHM) menyusun protokol kesehatan untuk pengelolaan usaha-usaha hiburan.

Ketua AUHM, Ir Zulkarnaen Ali Naru mengakui, protokol kesehatan yang disusun pihaknya untuk mempersiapkan skenario pembukaan fase New Normal itu, telah diserahkan ke Dinas Periwisata Kota Makassar beberapa waktu lalu.

“Kalau Makassar sudah diberi lampu hijau oleh pemerintah pusat untuk melonggarkan aktifitasnya, tentu kita akan masuk ke tahapan new normal. Jadi, sebelum usaha hiburan kembali dibuka, kami lebih awal telah menyusun protokol kesehatan yang harus dipatuhi para pelaku usaha nantinya,” kata Zul, sapaan akrab Ketua AUHM ini.

Dalam paparannya yang bertajuk ‘Standar Pengelolaan Usaha Hiburan Terkait Protokol Kesehatan Dalam Konsep New Normal Berbasis Lokal’, AUHM mewajibkan 13 poin pengelolaan usaha serta teknis penanganan dan pelaksanaan protokol kesehatan yang diperuntukan masing-masing untuk pengelola, karyawan dan pengunjung usaha hiburan.

Adapun 13 poin dan tiga teknis protokol kesehatan dimaksud, yaitu sebagai berikut :

1. Menyiapkan alat screning berupa termometer digital/elektronik (Termometer Arteri Temporal) dan Strong Acid (sejenis Hand Sanitizer, tanpa alkohol) pada Entrance/Security Area.

2. Menyiapkan wadah atau tempat air cuci tangan dan sabun cuci tangan di depan outlet masing-masing.

3. Menyiapkan masker untuk para karyawan dan masker cadangan untuk pengunjung.

4. Menyiapkan hand sanitizer (Strong Acid) pada area Kasir dan Bar Tender.

5. Melengkapi sabun cuci tangan pada setiap toilet dalam area usahanya.

6. Selain menggunakan masker, Kasir, Security dan Bar Tender wajib menggunakan sarung tangan (Gloves).

7. Mengatur jarak kursi pada hall maupun room karaoke, serta menyiapkan Cover Mic (Microphone Kondom) untuk para konsumen pada setiap sesi (untuk sekali) pemakaian microphone atau mik.

8. Membatasi pengunjung sesuai peruntukan area VIP dan Room Karaoke yang telah di format berdasarkan aturan protokol kesehatan, serta meniadakan aktifitas pada area dancing hall (lantai atau tempat untuk berdansa).

9. Untuk sementara waktu, tidak melaksanakan event yang mendatangkan talent dari luar Provinsi Sulawesi Selatan, termasuk event lokal yang mengundang pengunjung berskala besar.

10. Tidak melakukan promosi kegiatan usaha pada media sosial maupun media cetak, online dan elektronik.

11. Jadwal buka usaha sementara waktu, yaitu :
A. Karaoke Keluarga (Pukul 12.00 Wita)
B. Karaoke Umum (Pukul 21.00 Wita)
C. Eksekutif Karaoke (Pukul 21.00 Wita)
D. Bar, Care & Pub (Pukul 22.00 Wita)

12. Tetap melakukan penyemprotan disinfektan setiap hari di area tempat usaha secara menyeluruh.

13. Setiap usaha wajib melakukan penyebaran informasi serta anjuran/himbauan pencegahan Covid-19.

Adapun langkah nyata dalam upaya mencegah penyebaran Covid 19, selain kewajiban mematuhi ketentuan diatas, maka seluruh pengelola dan karyawan serta pengunjung (konsumen) harus mengikuti ketentuan teknis penanganan dan pelaksanaan sebagai berikut :

Pertama, bagi pengelola usaha harus melaksanakan hal sebagai berikut :

A. Melakukan pembersihan dan disinfeksi secara berkala di area kerja dan area publik (mendisinfeksi fasilitas umum yang sering disentuh publik setiap 4 jam sekali).

B. Menyediakan fasilitas cuci tangan yang memadai dan mudah diakses oleh pekerja dan konsumen/pelaku usaha.

B. Pastikan pekerja memahami perlindungan diri dari penularan COVID-19 dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

D. Melakukan pengecekan suhu badan bagi seluruh pekerja sebelum mulai bekerja dan konsumen/pelaku usaha di pintu masuk. Jika ditemukan pekerja dengan suhu diatas 37,30 C (dalam 2 kali pemeriksaan dengan jarak 5 menit), tidak diperkenankan masuk dan diminta untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.

E. Mewajibkan pekerja dan pengunjung menggunakan masker.

F. Memasang media informasi untuk mengingatkan pekerja, pelaku usaha, pelanggan/konsumen dan pengunjung agar mengikuti ketentuan pembatasan jarak fisik dan mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir/hand sanitizer serta kedisplinan menggunakan masker.

G. Melakukan pembatasan jarak fisik minimal 1 meter :
1) Memberikan tanda khusus yang ditempatkan di lantai area padat pekerja seperti ruang ganti, lift, dan area lain sebagai pembatas jarak antar pekerja.
2) Pengaturan jumlah pekerja yang masuk agar memudahkan penerapan menjaga jarak.
3) Pengaturan meja kerja, tempat duduk dengan jarak minimal 1 meter.

H. Melakukan upaya untuk meminimalkan kontak dengan pelanggan :
1) Menggunakan pembatas/partisi (misalnya flexy glass) di meja atau counter sebagai perlindungan tambahan untuk pekerja (kasir, customer service dan lain-lain).
2) Mendorong penggunaan metode pembayaran non tunai (tanpa kontak dan tanpa alat bersama).

I. Mencegah kerumunan pelanggan, dapat dilakukan dengan cara :
1) Mengontrol jumlah pelaku usaha/pelanggan yang dapat masuk ke sarana ritel untuk membatasi akses dan menghindari kerumunan.
2) Menerapkan sistem antrian di pintu masuk dan menjaga jarak minimal 1 meter.
3) Memberikan tanda di lantai untuk memfasilitasi kepatuhan jarak fisik, khususnya di daerah yang paling ramai, seperti kasir dan customer service.
4) Menetapkan jam layanan, sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan pemerintah daerah setempat sesuai ketentuan peraturan perundang- undangan.

Kedua, bagi Karyawan atau Pekerja, yang harus dilakukan adalah:

A. Memastikan diri dalam kondisi sehat sebelum berangkat bekerja. Pekerja yang mengalami gejala seperti demam/batuk/pilek/sakit tenggorokan disarankan untuk tidak masuk bekerja dan memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan jika diperlukan.

B. Jaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, atau menggunakan hand sanitizer.

C. Hindari tangan menyentuh area wajah seperti mata, hidung atau mulut.

D. Tetap memperhatikan jaga jarak/physical distancing minimal 1 meter saat berhadapan dengan pelaku usaha atau rekan kerja pada saat bertugas.

E. Menggunakan pakaian khusus kerja dan mengganti pakaian saat selesai bekerja.

F. Gunakan masker saat berangkat dan pulang dari tempat kerja serta selama berada di tempat kerja.

G. Segera mandi dan berganti pakaian sebelum kontak dengan anggota keluarga di rumah. Bersihkan handphone, kacamata, tas, dan barang lainnya dengan cairan desinfektan.

Ketiga, untuk konsumen atau setiap pelanggan dihimbau untuk melakukan hal sebagai berikut :

A. Selalu menggunakan masker selama berada di area tempat usaha hiburan.

B. Selalu menjaga kebersihan dengan sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer yang disipakan pihak pengelola usaha hiburan.

C. Hindari menyentuh area wajah seperti mata, hidung dan mulut.

D. Tetap memperhatikan jarak/physical distancing minimal 1 meter dengan orang lain.

“Kalau aturan tambahannya, pihak managemen atau pengelola usaha juga wajib berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Makassar atau Puskesmas terdekat, serta menyediakan asupan nutrisi, buah-buahan dan suplemen vitamin C untuk membantu mempertahankan daya tahan tubuh para pekerja atau karyawannya,” jelas Zul.

(**)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending