Giliran BPBD Disemprot Dewan, Minta Rp5 Miliar Untuk Belanja Masker - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Giliran BPBD Disemprot Dewan, Minta Rp5 Miliar untuk Belanja Masker

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Permintaan tambahan anggaran oleh Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar menuai kritik dari Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Makassar, Adi Rasyid Ali (ARA).

ARA akronim namanya mengatakan, permintaan tambahan anggaran tahap kedua oleh BPBD sebesar Rp5 milliar untuk pengadaan masker sangat tidak berdasar. Pasalnya, pengadaan masker yang juga masuk dalam Alat Pelindung Diri (APD) sudah teralokasi di Dinas Kesehatan (Dinkes).

“BPBD minta Rp 5milliar kita juga belum tahu pos-pos anggaran yang ada. Ngapain juga BPBD belanja masker, kenapa nda satu saja di Dinas Kesehatan adakan masker, baru serahkan nanti ke BPBD kan supaya satu pintu nanti harganya berubah-ubah lagi,” ucap ARA pada Makassartoday.com, Kamis (4/6/2020).

BPBD sendiri diketahui pada tahap pertama telah menerima anggaran sebesar Rp4 milliar bersama dengan beberapa dinas lainnya seperti Dinas Sosial (Dinsos) dalam dua tahap sebesar Rp 52 milliar, Dinas Kesehatan (Dinkes) sebesar Rp26 milliar, dan Polrestabes Makassar sebesar Rp830 juta. Anggaran ini semunya bersumber dari Biaya Tak Terduga (BBT).

Baca Juga : Beri Izin Toko Bintang Menjual, Kepala BPBD Makassar: Kalau Hape Rusak Mau Lari Kemana?

Sementara permintaan anggaran tambahan selanjutnya oleh Polrestabes Pelabuhan sebesar Rp250 juta dan Polrestabes Makassar untuk tahap kedua sebesar Rp2 milliar diakui ARA belum ia ketahui perkembangannya.

“Saya belum tau kalau itu,” singkatnya.

Sebelumnya, Dinsos pada rapat bersama Banggar sempat disemprot Dewan lantaran meminta tambahan anggaran sebesar Rp10 milliar untuk biaya tambahan belanja sembako sementara dalam realisasinya Dinso baru menggunakam anggaram sebanyak 50 persen total anggaran Rp52 milliar.

Dewan pada saat itu menilai, bahwa Dinsos Makassar dalam tahap pertama pembagian sembako ke warga palung terdampak pandemi diwarnai banyak persoalan. Bahkan proses penyaluran paket sembako yang awalnya hanya beberapa hari molor hingga sebulan.

“Ini sudah diadakan parsial kedua, nah parsial pertama masih banyak anggara yang belum terpakai, termasuk di Dinsos yang pengadaan beras, Parsial pertama sudah minta anggaran Rp42 milliar, ini minta lagi Rp10 milliar, sedangkan parsial pertama tidak beres-beres, parsial kedua tidak lagi,” tutup ARA.

(Isak Pasabuan)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending