Tunda Gugatan, Keluarga Almarhuma Nurhayani Abraham Surati Gubernur Sulsel - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Tunda Gugatan, Keluarga Almarhuma Nurhayani Abraham Surati Gubernur Sulsel

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Pihak keluarga almarhuma Nurhayani Abraham (48), yang sebelumnya meninggak dunia dalam status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di RS Bhayangkara, 15 Mei lalu menunda layangkan gugatan. Pihak keluarga mengaku akan mengirim surat permohonan pemindahan jenazah ke Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulsel.

“Kita mau masukkan surat permohonan pemindahan jenazah dulu,” jelas Andi Arnida Esa Putri Abraham, putri almarhuma Nurhayani Abraham kepada MakassarToday, Kamis (4/6/2020).

Adapun surat permohonan itu, kata dia, rencananya akan diserahkan langsung ke gubernur setelah pihaknya mendapat respon untuk melakukan pertemuan membahas masalah tersebut.

“InsyaAllah kita akan serahkan langsung ke pak gub selaku ketua pimpinan tim gugus,” sambungnya.

Seperti dilansir sebelumnya, Arninda beserta ayahnya Andi Baso Ryadi (46), berencana melaporkan Tim Gugus Tugas Percepatan Penangganan Covid-19 Sulawesi Selatan ke pihak berwajib.

Laporan itu menyusul penetapan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang disandangkan kepada istrinya yang meninggal dunia setelah terkena stroke di Rumah Sakit (RS) Bahyangkara pada 15 Mei lalu.

Kepada media, Andi Baso Ryadi menjelaskan jika almarhuma istrinya meninggal dunia akibat pecah pembulu darah yang disebabkan stroke.

Bahkan, kata dia, almarhuma istrinya hanya mendapat penanganan medis tidak sampai 1×24 jam di rumah sakit.

“Tiba-tiba saja kena stroke, pembuluh darahnya pecah. Sebelumnya mengeluh sakit kepala. Kita bawa ke rumah sakit pukul 15.00 sore dan kurang 5 menit jam 12 malam meninggal dunia. Yang kami bingung karena langsung divonis PDP,” keluh Andi Baso Ryadi, Selasa (2/6/2020).

Akibat status PDP itu, jenazah istrinya pun harus dimakamkan dengan protokol WHO di pemakaman khusus korban Covid-19 Macanda, Kabupaten Gowa. Padahal hasil tes pada tanggal 16 Mei, almarhuma istrinya dinyatakan negatif.

Atas dasar itu, Andi Baso Ryadi berencana melayangkan laporan ke Polda Sulael. Andi Baso juga meminta agar jenazah segara dipindahkan ke pemakaman keluarga.

“Apa pun risikonya kalaupun harus menuntut lewat hukum saya akan lakukan,” tegasnya.

(Hajji Taruna)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending