Arsony Akui Ada Oknum PD Terminal Terbitkan Izin PO Bus Muat Logistik - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

NEWS

Arsony Akui Ada Oknum PD Terminal Terbitkan Izin PO Bus Muat Logistik

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Direktur Utama PD Terminal Makassar Metro, Arsony angkat bicara perihal surat izin muatan PO bus dari angkutan orang ke logistik yang diduga dikeluarkan pihaknya.

Arsony menyebut surat izin tersebut dikeluarkan tanpa sepengetahuan direksi. Ia juga membenarkan ada salah seorang oknum dari pihaknya yang diketahui bernama Sumarlin dengan jabatan Kepala Bagian Pengelola yang menerbitkan surat izin tersebut.

Atas temuan itu, pihak direksi telah membuat surat klarifikasi dan penarikan kembali surat dimaksud kepada kedua PO bus, yakni PO Megamas dan PO Borlindo.

“Sudah diklarifikasi. Jadi itu inisiatifnya oknum yang salah menginterpretasi tentang surat edaran. Jadi itu sudah kita hentikan dan berikan saksi bagi yang bersangkutan namaya pak Sumarlin Kepala Bagian Pengelola,” kata Arsony.

Arsony mengaku telah memberikan sanksi kepada oknum yang telah melampaui kapasitasnya dan melanggar aturan. Pemberian sanksi tersebut berupa pemberhentian sementara selama satu bulan, pengembalian uang sebanyak Rp200 ribu kepada dua PO yang diberi surat izin, dan saksi lainnya akan diberikan setelah usai dilakukan evaluasi di internet PD Termina.

Arsony menjelaskan, jika yang oknum bersangkutan melakukan pungutan liar (pungli) dengan dalil ganti rugi disinfektan yang telah disemprotkan kepada kendaraan kepada kedua perusaan transportasi tersebut.

“Jadi kita tarik surat itu dan minta maaf pada POnya. Oknum yang bersangkutan itu kita berikan saksi. Tidak boleh ada surat izin apalagi kita tidak dalam kapasitas itu. Bukankapasitas kami keluarkan izin itu, kami juru pengelolaan saja,” terangnya.

Baca Sebelumnya : Bus Bermuatan Logistik Kantongi Izin PD Terminal? Dewan Pengawas: Itu Pelanggaran Berat

Arsony juga menegaskan, jika ada surat yang keluar mengatas namakan PD Terminal dan tanpa sepegetahuan Direktur Utama berarti surat tersebut ilegal atau tidak sah sesuai dengan aturan PD Terminal.

“Jadi kalau ada surat yang tidak ditandatangani Direktur Utama berarti salah prosedur surat itu dan yang bertindak berarti oknum. Kalau surat Diektur Utama kita kaji dulu,” kuncinya.

Seperti dilansir sebelumnya, sejumlah persuahaan bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) mulai beralih mengakut barang ke sejumlah daerah. Peralihan angkutan orang ke barang oleh PO bus tak lepas dari aturan larangan mudik oleh pemerintah pusat.

Sejumlah sopir bus mengaku melakukan peralihan pengangkutan orang ke barang berdasarkan surat izin yang dikeluarkan oleh PD Terminal Makassar Metro.

Hanya saja, surat izin tersbeut diduga telah melampaui kewenangan PD Terminal, karena selama ini izin trayek angkutan barang ada pada kewenangan Dinas Perhubungan (Dishub).

“Kami ada surat izin dari PD Terminal untuk angkut barang. Tapi setiap cekpoint kami perlihatkan izinnya cuma masih dipertanyakan dengan petugas setempat,” ungkap salah seorang sopir bus yang minta namanya tidak disebutkan.

Anggota Dewan Pengawas PD Terminal Makassar Metro Ridwan Rosadi Umar dikonfirmasi terpisah mengaku bahwa surat izin yang diduga dikeluarkan pihak direksi merupakan pelanggaran berat.

Menurutnya, izin peralihan pengangkutan atau trayek ada pada kewenangan Dishub Provinsi Sulsel. Meski begitu, temuan tersebut masih akan didalami pihaknya.

“Kalau itu benar maka itu pelanggaran berat. Kewenangan itu harusnya ada di Diahub Sulsel bukan di PD Terminal. Tapi kami akan dalami temuan itu,” ucapnya.

(Isak Pasa’buan)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending