Marak Kasus Ambil Paksa Jenazah Di RS, Kapolda Sulsel Bilang Ini! - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Marak Kasus Ambil Paksa Jenazah di RS, Kapolda Sulsel Bilang Ini!

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Kasus pengambilan paksa jenazah di rumah sakit (RS) di Makassar direspon langsung Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulsel, Irjen Pol Mas Guntur Laupe.

Dalam jumpa persnya yang digelar bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar, Senin (8/6/2020) siang, Guntur Laupe menegaskan pihaknya akan mengusut tuntas para pelaku ambil paksa jenazah, karena dianggap melanggar protokol penanganan Covid-19.

Dimana dalam sepekan terakhir sejumlah persoalan mulai muncul seperti pengambilan paksa jenasah di Rumah Skit (RS) yang di vonis PDP, serta menghalang-halangi petugas yang sedang ingin memakamkan jenasah dengan protokol Covid-19 seperti yang sempat viral di media sosial.

“Kami sedang menyelidiki keluarga yang mengambil jenazah. Keluarganya sudah kami mintai keterangannya. Tinggal menunggu hasilnya. Sejauh ini masih saksi. Bukan tidak mungkin akan menjurus ke tersangka,” ungakap Guntur Laupe di depan awak media.

Melalui kesempatan itu juga Guntur Laupe menyampaikan pesan kepada tenaga medis agar tetap bekerja profesional serta tenag dalam menghadapi segala permasalahan yang ada saat sekarang ini. Kekhawatiran tenaga medis yang bertugas di RS yang menangani pasien Covid-19 dalam beberapa hari terakhir, menurut Guntur Laupe adalah cobaan dalam bekerja.

Ia pun mengaku sangat yakin bahwa apa yang dikerjakan tenaga medis sudah sesui dengan tugasnya. Ancaman dan berita-berita tidak benar alias hoax disebut di abaikan saja.

“Yang mengganggu konsentrasi tenaga medis, yakin lah kami polda akan mencari pelaku. Akan kami proses tuntas atas orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Sementara dalam penanganan maraknya penolakan rapid test di Kota Makassar dalam beberapa hari terakhir, Guntur Laupe mengatakan akan menambah personilnya.

Baca Sebelumnya : Jenazah Diambil Paksa, Dirut RSUD Labuang Baji Minta Keranda Dikembalikan

“Banyak stigma masyarakat yang dimunculkan orang tidak bertanggug jawab, dianggap aib. Siapapun yang kena corona harus diobati. Penularannya cepat,” tegasnya.

“Rapid test keliru untuk ditolak. Pemerintah menyayangi masyarakat. Karena siapa saja bisa ODP atau OTG,” tambahnya.

Untuk itu ia menyarankan agar apabila ada pengancaman khususnya bagi tenaga medis agar segera melapor dan dipastikan pihaknya akan mengusut hingga tuntas.

(Isak Pasabuan)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending