BPBD Makassar Janji Bayarkan Honor Petugas Posko PSBB - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

BPBD Makassar Janji Bayarkan Honor Petugas Posko PSBB

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar akhirnya memberikan angin segar terkait tunggakan pembayaran honor bagi petugas posko Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Kepala BPBD Kota Makassar, Muhammad Rusli mengaku honor petugas tersebut akan dibayarkan secepat mungkin melalui rekening masing-masing.

“Mudah-mudahan besok ada mi dropping masuk di rekening, langsung dibayarkan,” ungkap Rusli saat ditemui di Posko Covid-19 Makassar, Kamis (11/6/2020).

Pembayara honor petugas ini nantinya akan disesuaikan dengan absennya. Dimana dalam sekali piket diketahui mendapat biaya transportasi sebesar Rp 75.000.

“Insya Allah, haknya mereka. Kan saya cuman menguruskan. Saya bagi sesuai dengan anunya (laporan). Selesaimi,” terangnya sambil berlalu meninggalkan wartawan.

Rusli pun tidak menjelaskan berapa keseluruhan anggaran yang dikelola pihaknya dan apa saja yang telah dibelanjakan serta kendala apa sehingga pembayaran honor petugas posko PSBB lambat dibayarkan.

Sebelumnya, salah satu anggota Gugus Tugas Covid-19 Makassar yang berjaga di posko PSBB perbatasan kota Makassar dan Kabupaten Maros mengaku belum mendapatkan honornya selama berjaga.

“Belumpi ada dibayar. Saya jaga sudah enam kali jaga. Satu kali jaga katanya Rp75.000,” kata salah satu anggot tim gugus yang enggan disebutkan namanya.

Baca Sebelumnya : Honor Petugas Posko PSBB Makassar Belum Terbayarkan?

Ia pun berharap agar honornya tersebut sebanyak Rp450 ribu jika diakumulasi segera dibayarkan mengingat ekonomi sangat sulit di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

“Saya berharap secepatnya dibayarakan karena kebutuhan hidup juga banyak. Apalagi sekarang ekonomi susah,” tambahnya.

Sementara Anggota Komisi D DPRD Makassar bidang Kesra, Irwan Djafar mengatakan belum mengetahui penuh masalah tersebut. Namun, kata dia, masalah ini harus segera diselesaikan mengingat petugas gugus tugas ini butuh dan apa yang mereka minta itu adalah haknya.

“Mestinya dia bayarkan, harus dia percepat karena mereka juga bekerja sebagai tanggung jawabnya dan mereka juga harus diberikan haknya,” pinta Irwan Djafar saat ditemui di gedung DPRD Makassar, Selasa (9/6/2020).

Selain itu, anggota fraksi Partai NasDem Makassar ini juga meminta agar insentif para tenaga medis yang belum terbayarkan hingga hari ini juga segera diselesaikan. Apalagi mereka adalah garda terdepan dalam penyelesaian masalah Covid-19.

“Mereka tidak boleh menunda karena mereka bekerja. Ini sebagai pahlawan covid dan harusnya mereka dibayar mahal karena rezikonya besar. Mereka bekerja keras tapi tidak dibayarkan itu perlu kita apresiasi,” uncapnya.

Begitu pula dengan Irmawati Sila yang juga merupakan anggota Komisi D DPRD Makassar ikut menyapaikan hal yang sama.

“Ini harus menjadi perhatian pemerintah kota. Kasian mereka turun kebawah ke lapangan,” pungkasnya.

Apalagi, kata dia, suksesnya PSBB dan kerja-kerja petugas gugus tugas penanganan Covid-19 di Makassar tidak terlepas dari kerja mereka juga.

“Terselanggaranya penanganan covid ini, bagaimana menangani masyarakat itu bagian dari kerja mereka juga. Jadi saya sangat berharap pemkot segera membayarakan karena itu hasil kerigat mereka,” kuncinya.

Diketahui, dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) yang digelar DPRD beberapa waktu yang lalu, beberapa dinas yang terlibat langsung dalam penaganan covid-19 di Kota Makassar telah mendapatkan anggaran kepada BPBD Rp4.000.000.000, Dinkes Rp26.000.000.000, Dinsos tahap I Rp42,468,379,300 dan tahap II Rp9,988,750,000, Polrestabes Makassar Rp830,976,000.

(Isak Pasabuan)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending