Usaha Hiburan Di Kota Makassar Belum Bisa Beroperasi - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

BISNIS

Usaha Hiburan di Kota Makassar Belum Bisa Beroperasi

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Pembukaan kembali sektor pariwisata, khususnya usaha hiburan di kota Makassar masih dalam proses persiapan.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Makassar, Rusmayani Madjid mengatakan, sektor pariwisata direncanakan bakal dibuka lagi, namun protokol kesehatan mesti diterapkan dengan memperhatikan program Cleanliness, Health, and Safety (CHS) Kemenparekraf dan Perwali Nomor 31 Tahun 2020.

“Yang dibahas target wisatawan yang harus terkoreksi kembali, kemudian hal-hal yang harus dibuat seperti protokol untuk insustri. Dengan mengacu pada CHS yang dibuat oleh Kementerian dan Perwali baik dalam bentuk video maupun handbook yang akan dibagikan di bandara, TIC, htl, objek wisata dan lain-lain,” ucap Rusmayani, Selasa (16/06/2020).

Jadwal dibuknya kembali disebut tergantung pada keputusan dari pemerintah pusat, dimana saat ini pihaknya juga masih sementara menunggu. Adapun jika telah disetujui, maka pihaknya bisa kembali membuka objek wisata dan usaha yang bergerak di sektor pariwisata, termasuk usaha hiburan malam.

“Harus kebjakan pusat yang diturunkan ke kota dan kabupaten,” pungkasnya.

Semenyara itu, beberapa waktu yang lalu asosiasi dan pengusaha di sektor pariwisata diketahui juga telah bertemu Pj Wali Kota Makassar Yusran Jusuf. Mereka ingin agar tempat hiburan dan objek pariwisata bisa segera kembali beroperasi.

“Intinya mereka minta untuk segera bisa beroperasi,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua Badan Pengurus Asosisasi Usaha Hiburan Makassar (AUHM), Zulkarnain Ali Naru juga mengaku masih menunggu perkembangan Covid-19 di Kota Makassar.

Meski demikian, jauh sebelumnya pihaknya sudah mempersiapkan protokol kesehatan yang akan diterapkan untuk tiga unsur terkait, yakni bagi para pengusaha, pengelola dan konsumen usaha-usaha hiburan.

“Selain telah menyusun protokol kesehatan, kemarin juga kami telah melakukan simulasi penanganan dan persiapan new normal yang diwacanakan Pemkot Makassar,” ucapnya.

Intinya, kata dia, persiapan dari pihak pengusaha hiburan sudah matang, hingga apabila nanti diizinkan kembali beroperasi, penerapkan protokol kesehatan yang dibuat pihaknya dipastikan bisa diterapkan dan berjalan sebagaimana mestinya.

“Kalau persiapan pembukaan, jauh-jauh hari sudah kami siapkan dan seluruh usaha hiburan telah melengkapi semua aturan yang telah ditetapkan, baik berdasarkan Perwali Makassar nomor 31 maupun ketentuan yang dimaksud peraturan menteri kesehatan RI,” jelasnya.

Hanya saja, menurut Zulkarnain, yang perlu menjadi perhatian Pemkot Makassar saat ini, adalah kepentingan dan kesejahteraan para karyawan sejumlah lebih kurang 5.000 orang, yang telah dirumahkan sejak Maret 2020 lalu.

“Ini yang perlu dipikirkan dulu oleh Pemkot Makassar. Bagaimanapun, mereka kini butuhkan jaminan hidup, bukan janji-janji buta dan ‘bualan’ konyol melalui program ini atau program itu,”.

Selain itu, ada ratusan pengusaha juga kini resah karena tidak ada kepastian dan solusi dari Pemkot Makassar.

(Isak Pasabuan)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending