Mulai 20 Juli Pelanggar Protokol Kesehatan Bakal Disanksi - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Mulai 20 Juli Pelanggar Protokol Kesehatan Bakal Disanksi

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar akan mulai memberikan sanksi bagi masyarakat yang melanggar.

Dimana selama ini Pemko telah secara massif dan intensif terus mengedukasi masyarakat akan pentingnya penegakan disiplin protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Berbagai upaya terus digalakkan, dengan melibatkan berbagai elemen dan tokoh masyarakat hingga tingkatan RT/ RW, bahkan juga telah dibentuk Inspektur Covid-19.

Akan tetapi, sebagian besar masyarakat masih saja bandel dengan mengabaikan prosedur protokol kesehatan tersebut. Seperti tidak menggunakan masker saat keluar rumah, berkerumun pada suatu tempat, juga terhadap tempat usaha dan pusat-pusat keramaian lainnya yang tidak menyediakan tempat cuci tangan yang memadai.

Karenanya, Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Yusran Jusuf mengatakan pemerintah telah menyiapkan sanksi-sanksi terhadap siapa saja yang tidak mengindahkan ketentuan protokol kesehatan di masa pandemi ini.

alterntif text

“Kita akan kenakan paling tidak tiga sanksi, yakni sanksi berat, sedang, dan ringan, tergantung kondisi pelanggaran yang dilakukan,” ucap Yusran Jusuf mellui rilis yang di kiriM Humas, Rabu, (18/6/2020).

Pemberian sanksi akan disosialisasikan selama dua hari, dimulai besok, hari Kamis dan Jumat. Sementara pada tanggal 20 Juni 2020 mendatang sudah mulai dilakukan penerapannya.

Selain itu, masih dalam rangka upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona tersebut, di waktu bersamaan juga akan digalakkan Gerakan Massal Penyemprotan Disinfektan. Penyemprotan dilakukan setiap hari Sabtu dan Minggu yang juga dimulai tanggal 20 Juni ini.

Yusran mengatakan gerakan tersebut melibatkan seluruh personel Pemerintah Kota Makassar, dari Camat, Lurah, serta RT/ RW, dan juga aparat gabungan TNI/POLRI.

Namun hingga berita ini dirilis saksi yang dimaksudkan belum dijelaskan secara detai, tentang dasar hukumnya dan model pelanggaran apa-apa saja yang dimaksudkan.

(**)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending