Viral Deksametason Obat Covid-19, Ini Komentar Dinkes Dan IDI Makassar - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Viral Deksametason Obat Covid-19, Ini Komentar Dinkes dan IDI Makassar

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Beredarnya kabar obat Deksametason sebagai obat Covid-19 di media sosial (medsos) menimbulkan pro dan kontra di tegah masyarakat.

Obat Deksametason ini viral pasca Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberi ucapan selamat pada Inggris atas pengobat dengan obat tersebut karena terbukti mengurangi sepertiga kematian dengan alat bantu pernapasan.

Menindak lanjuti kesimpang siuran informasi tersebut Makassartoday.com mencoba mengkonfirmasi Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Naisyah Tun Azikin, namun enggan berkomentar banyak terkait obat tersebut.

Kata dia, terkait penggunaan obat untuk pasien Covid-19 masih menunggu intruksi dari pemerintah pusat. Yang jelas, kata dia, obat yang digunakan nanti tentu telah melalui riset para ahli.

“No comen, biarkan pakar yang meneliti. Kami menunggu rekomendasi pusat tapi tentu melalui riset di indonesia, karena belum tentu obat yang digunakan di luar negeri itu cocok di Indonesia,” ucap Naisyah saat ditemui di Posco Covid-19 Makassar, Jalan Nikel, Kamis (18/6/2020).

Naisyah menegaskan jika setia rumah sakit memiliki protap masing-masing dalam penagangan pasien. Setiap pasien yang masuk dirawat akan ditangani oleh dokter sesuai dengan kombinasi penyakitnya.

“Semua pasien yang masuk di rumah sakit sudah ada protapnya obat apa yang dikasi, kalau dia paru yah ahli paru yang tangani, kalau dia jantung ahli jantung, kalau dia covid yah ahli paru yang kasi pengobatan dan itu ada protap. Saya tidak tau jenis obat apa yang diberikan itu dokternya yang tentukan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Makassar, Dr Siswanto Wahab menjelaskan jika obat Deksametason ini sendiri pada awalnya digunakan sebagai obat isteroit atau obat anti implamasi atau peradangan.

Ia pun mengaku baru mengetahui informasi ini melalui media televis, dimana di Inggris ditemukan penggunaan obat tersebut dan berhasil menekan angka kematian 30 persen dari yang menggunakan Ventilator dan 20 persen yang menggunakan alat bantu pernapasan.

“Saya cuman dapat info ini dari TV tapi yang lebih kompeten adalah dokter paruh,” ungkap dr Siswanto.

Selain itu, ia turut menyampaikan efek samping dari pengguna obat tersebut. Apalagi kata dia jika obat Deksametason dikonsumsi dalam waktu yang lama.

“Kalau digunakan dalam waktu lama dan dosis tinggi bisa menimbulkan peradangan lambung dan menurunkan daya tahan tubun atau imunitas tubuh,” kuncinya.

(Isak Pasabuan)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending