Ramai Pedagang Kambing Di Jalan Masjid Raya, Ini Kata Pemkot! - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Ramai Pedagang Kambing di Jalan Masjid Raya, Ini Kata Pemkot!

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Instruksi Pj wali Kota Makassar, Yusran Yusuf kepada seluruh camat dan lurah se-kota untuk fokus menata kembali estetika kota sepertinya belum berjalan dengan baik. Beberapa wilayah yang sedianya bersih dari keberadaan hewan ternak masih saja terlihat ramai. Seperti di sepanjang Jalan Masjid Raya, Kecamatan Bontoala.

Sejumlah pedagang kambing di wilayah itu dianggap mulai mengganggu aktivitas warga sekitar. Selain menimbulkan aroma tak sedap, ternak mereka juga terlihat menempati area fasilitas umum.

Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar sudah melahirkan regulasi terkait keberadaan hewan ternak yang tertuang dalam Perwali Nomor 524 tahun 2010, tentang Larangan Melakukan Kegiatan Ternak di Dalam Kota Makassar.

Menaggapi kondisi itu, Kepala Dinas Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Makassar, Abd Rahman Bando, mengaku belum punya solusi, dikarenakan pemerintah sendiri belum memiliki tempat penampungan.

“Mereka (pedagang) sudah berpuluh-pulu tahun di sana. Maknya kita mau buat pasar hewan moderen dulu. Tidak ada solusinya itu. Mau dibuatkan dulu tempatnya baru kita bicarakan. Inikan kalau pemerintah ditanya dia tidak punya tempatnya, mau diusir kemana?,” ungkap Rahman Bando saat dikonfirmasi, Senin (22/6/2020).

Sementara, Kepala Dinas Perdangangan (Disdag) Makassar, Muhammad Yasir mengatakan, segala regulasi mulai dari izin dan lainnya berada pada pihak kecamatan. Apalagi, kata dia, apa yang menjadi keluhan masyarakat terletak pada lokasinya bukan pada sistem jual belinya.

“Camat yang punya regulasi itu. Regulasinya itu ditangani pihak kecamatan. Tetapi itu lebih dominan tempat, dan disitu lebih dominan menganggu ketertiban. Kalaupun pada perwalinya tetap kita tanya sama pihak kecamatan,” singaknya.

Berbeda dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Makassar, sebagai penindak Perda maupun Perwali mengaku siap melakukan penindakan sebagaimana yang telah ditugaskan.

Kepala Satpol PP, Iman Hud mengatakan,
pihaknya menunggu intruksi dari dinas terkait untuk melakukan penertiban. Meski demikian, Iman juga berharap ada kajian khusus terlebih dahulu mengingat relokasi menyangkut mata pencaharian dan pekerjaan orang lain.

“Satpol PP sesaui dengan aturan akan ditindak lanjuti. Saya meminta kajian analisanya,” tegas Iman Hud.

Hingga berita ini di turunkan belum ada jawaban dari pihak pemerinta setempat, dalam hal ini pihak kecamata maupun Kelurahan.

(IK)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending