Paket Ical-Fadli Klop! PKS Mulai Merapat Ke PDIP - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Politik

Paket Ical-Fadli Klop! PKS Mulai Merapat ke PDIP

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Partai Keadilan Sosial (PKS) Makassar sepertinya telah bulat mendukung paket Syamsu Rizal MI alias Deng Ical dengan dr Fadli Ananda di Pilwali Makassar 2020.

Ketua DPD PKS Makassar, Anwar Faruq tak menampik jika paket Ical-Fadli telah mencuat di tingkat DPP, tinggal menguatkan komunikasi antara pengurus partai di tingkat kota.

“Mungkin di tingkat atas (DPP) sudah (komunikasi), tetapi dari saya belum. Saya sudah SMS Ibu Suhada (Ketua DPC PDIP Makassar) untuk bisa ketemu,” kata Anwar saat ditemui di ruang fraksi PKS Makassar, Rabu (24/6/2020).

Anwar meyakini bahwa PKS dan PDIP dapat berkoalisi di kontestasi Pilwali Makassar yang akan digelar 9 Desember 2020 mendatang, terlebih Fadli Ananda merupakan kandidat internal PDIP.

“Kan yang disodorkan adalah calonnya (Fadli Ananda), masa dia (PDIP) tidak all out untuk memenangkan calonnya. Kita ini membawa dua colon yang sama, ibaratnya pasangan klop,” tambahnya.

Deng Ical yang sejak Maret telah diberi surat tugas oleh PKS, kata Anwar, akan lebih kuat jika mendapat dukungan PDIP dalam koalisi. Bahkan dia menilai paket Deng Ical-Fadli adalah alternatif terbaik saat ini.

“Kalau misalnya dr Fadli didukung oleh PDIP, kita akan berkerja keras untuk memenangkanya. Itu sudah pilihan yang paling bagus dan itu turun setelah kita rembukan, kemudian juga di TPPW (Tim Pemenangan Pemilu Wilayah) dan di pusat juga diputuskan,” ungkap Anwar.

Di mata PKS sendiri, Fadli Ananda dianggap sosok ideal mendampingi Deng Ical di perhelatan politik kali ini. Optimisme itu bukan tanpa alasan, Anwar menyebut Fadli Ananda sosok pemimpin milenial, muda dan energik.

“Bagus, anak muda, energik, milineal. Saya yakin bisa memenang. Dukungan PKS untuk pasangan ini saya bilang sudah 95 persen,” ucap Anwar menanggapi sosok Fadli.

PKS sendiri diketahu mengantongi enam kursi, sementara PDIP mengantongi enam kursi, dimana jika di totol jumlah kursi telah mencapai sebelas kursi, atau telah melebihi syarat KPU.

(Isak Pasa’buan)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending