Belum Ada Tersangka Kasus Ambil Jenazah Covid-19 Di RSUD Daya - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Belum Ada Tersangka Kasus Ambil Jenazah Covid-19 di RSUD Daya

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Pihak kepolisian masih mendalami kasus pengambilan jenazah korban Covid-19 di RSUD Daya Makassar beberapa waktu lalu oleh keluarganya setelah ada jaminan dari oknum Anggota DPRD Makassar.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Ibrahim Tompo mengatakan, pihaknya akan terus mendalami kasus pelanggaran prosedur penanganan Covid-19 tersebut.

“Pengambilan jenazah di RSUD Daya saat ini proses sidiknya sedang berjalan di Polrestabes dan sudah ada beberapa yang diperiksa,” kata Ibrahim melalui pesan WhatsApp, Jumat (3/7/2020).

Menurut brahim, kasus ini akan terus dikembangkan mengingat pelanggaran protokol dalam penanganan jenazah Covid-19 adalah hal prioritas. Sejauh ini, pihaknya telah melakukan penyelidikan terkait orang-orang yang terlibat dalam kasus tersebut.

“Nanti kita akan proses, semua sama (dihadapan hukum), apalagi terkait dengan keselamatan banyak orang,” tambahnya.

Ibarahim menambahkan, pihaknya tengah melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi-saksi guna mendalami kasus tersebut.

“Sejak kemarin baru dua saksi yang diperiksa,” terangnya.

Baca Sebelumnya : Loloskan Jenazah Covid-19, Dirut RSUD Daya Makassar Dicopot

Terpisah, Anggota DPRD Makassar dari Fraksi PKS, Andi Hadi Ibrahim Baso yang diduga sebagai penjamin jenazah dalam kasus tersebut, masih enggan berkomentar.

Andi Hadi sendiri juga diketahui masuk dalam Tim Gugus Tugas Covid-19 bagian Pemulasaran Jenazah Covid-19 Makassar.

“Saya mau pengajian dulu,” jawab Hadi singkat.

Sekadar diketahui jika setelah hasil swab keluar, ternyata pasien (jenazah) tersebut dinyatakan positif Covid-19. Pasien adalah warga Komplek Taman Sudiang Indah. Ia masuk ke RSUD Daya Makassar setelah mengeluh sesak napas hingga mendengkur.

Selain itu, kasus ini juga menyeret Direktur Utama RSUD Daya Makassar, dr Ardin Sani hingga ia dicopot dari jabatannya karena dianggap melanggar prosesdur penanganan Covid-19.

(Isak Pasa’buan)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending