Ketua BK Bela Koleganya Yang Jadi Penjamin Jenazah Covid-19 - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Ketua BK Bela Koleganya Yang Jadi Penjamin Jenazah Covid-19

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Badan Kehormatan (BK) DPRD Makassar menilai anggota Dewan yang menjadi penjamin jenazah PDP di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya Makassar tidak salah.

Ketua Badan Kehormatan DPRD Makassar, Zaenal Beta saat dikonfirmasi usai menggelar rapat dengan anggota BK lain termasuk Andi Hadi Ibrahim Baso (Ustadz Hadi) selaku penjamin jenazah di Gedung DPRD Makassar, Senin (6/7/2020) sore menegaskan bahwa tidak ada pengambilan paksa.

“Jadi tadi itu kita panggil ustadz Hadi karna terlalu banyak berita saya lihat, jadi kita panggil untuk memberi penjelasan di BK terkait dengan kasus yang menimpahnya,” kata Zaenal pada Makassartoday.com.

“Kalau kita melihat penjelasan dari beliau tidak ada yang salah karena dia tidak memaksa, karena itu kan beda dengan mengambil paksa. Kan dianggap diambil paksa, makanya kita mau dengar penjelasannya,” tambahnya.

Anggota legislatif tiga periode itu menyampaikan bahwa dalam rapat yang digelar sore tadi belum ada diputuskan apa hasilnya mengingat masih ada sejumlah proses yang harus dilalui.

Baca Sebelumnya: BK Periksa Oknum Legislator Penjamin Jenazah Covid-19

Salah satunya, kata Zaenal, adalah pemanggilan saksi-saksi baik dari pihak RSUD Daya maupun dari pihak Ustadz Hadi.

“Belumpi ada hasilnya karena baru mau hadirkan saksi-saksi . Nanti kabar berikutnya dari saksi-saksi dari RS. Di BK kan kita lima orang jadi tentu kesimpulannya juga berbeda-beda,” pungkasnya.

Zaenal menyampaikan dari penjelasan Ustadz Hadi surat keterangan penjamin yang beredar di media sosial tidak sesuai dengan kenyataan. Malah kata dia, surat tersebut sudah dibuat lalu kemudian Ustadz Hadi menandatangani.

“Menurut ustadz Hadi sudah dibuat itu surat dia sisa tulis namanya dengan alamatnya dengan pekerjaannya. Makanya mau diliat siapa yang buat ini barang (surat). Katanya begitu, makanya kita mau liat dulu saksinya,” terang Zaenal.

Target pemeriksaan sendiri dijadwalkan akan berlangsung satu bulan dikarenakan melalui sejumlah tahapan termasuk rapat-rapat.

Seperti dilansir sebelumnya, pasien (jenazah) tersebut dinyatakan positif Covid-19 tak lama setelah dikebumikan di Pemakakan Islam Sudiang.

Pasien meninggal tersebut adalah warga Komplek Taman Sudiang Indah. Ia masuk ke RSUD Daya Makassar setelah mengeluh sesak napas hingga mendengkur.

Selain itu, kasus ini juga menyeret Direktur Utama RSUD Daya Makassar, dr Ardin Sani hingga ia dicopot dari jabatannya karena dianggap melanggar prosesdur penanganan Covid-19.

(Isak Pasabuan)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending