Anggaran KPU Makassar Dipangkas, Debat Kandidat Dan APK Terancam Dihilangkan - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Politik

Anggaran KPU Makassar Dipangkas, Debat Kandidat dan APK Terancam Dihilangkan

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dikabarkan akan memangkas anggaran pelaksanaan Pemilihan Wali Kota (Pilwali) 2020 yang dialokasikan di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar.

Adapun item anggaran yang disebit bakal dipangkas, diantaranya biaya Debat Publik serta anggaran Alat Peraga Kampaye (APK). Sekedar diketahui, kegiatan Debat Publik dilaksanakan sebanyak tiga kali dengan total annggran sebanyak Rp600 juta.

Komisioner Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan SDM, Endang Sari tak menampik hal tersebut. Namun, pihaknya tidak menolak rencana penghapusan dan pemangkasan anggaran tersebut.

Ia mengatakan, ada kekhawatirkan dari devisi sosialisasi terkait komitmen dukungan anggaran dari Pemerintah Kota Makassar.

“Jujur ada hal yang membuat kami dari pihak pelaksana merasa khawatir, sebab pihak Pemkot Makassar meminta poin debat publik dihilangkan dalam tahapan,” kata Endang Sari, Selasa (7/7/2020).

Bahkan ia menyebut ada hak masyarakat yang akan ikut hilang jika debat kandidat itu dihilangkan.

“Kita tentu tidak akan mengindahkan ini, karena debat publik ini menjadi bagian dari hak masyarakat untuk menentukan pilihan. Karena Pilkada ini pertarungan gagasan, pertarungan visi-misi,” terangnya.

Dari data yang diperoleh, penawaran penambahan anggaran untuk kebutuhan Pilwali Makassar awalnya sebesar Rp15 miliar. Jumlah tersebut kemudian diturunkan menjadi Rp11,609 miliar lalu kembali di sesuaikan hingga menjadi Rp6,8 milliar. Akan tetapi kemudian Pemkot Makassar kembali tawarkan anggaran Rp 1,2 miliar dengan sejumlah alasan.

Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui pemangkasan anggara itu.

“Belum terima laporan terkait pemangkasan itu,” jawab Rudy.

Lanjut, Rudy menjelaskan adapun pemangkasan anggaran oleh Pemerintah Kota Makassar tidak terlepas dari adanya pandemi Covid-19, dimana sebagian penggunaan anggaran harus tepat.

“Intinya kita ini berada dalam situasi darurat pandemi Corona, dan ini melanda siapa saja, masyarakat A masyarakat B. Sehingga saya mengimbau kepada semua teman-teman tolong efisiensi dalam penggunaan anggaran,” terangnya.

Ia pun menegaskan supaya penggunaan anggaran dapat dimaksimalkan penggunaannya agar anggaran tidak dipakai secara percuma.

“Pastikan anggaran itu jangan terhambur percuma. Istilah pemangkasan itu bukannya tidak setuju, tetapi itulah tadi kita harus melakukan efesiensi penggunaan anggaran,” turur Rudy.

Adapun pelaksanaan Pilwali ini, Rudy berkomitmen akan ikut mendukung demi terselenggaranya Pilkada yang damai dan aman, terlepas dari upaya pihaknya yang harus melakukan pemangkasan anggaran.

(Isak Pasabuan)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending