Warga Diminta Melapor Jika Temukan Biaya Rapid Test Di Atas Rp150 Ribu - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Warga Diminta Melapor Jika Temukan Biaya Rapid Test di Atas Rp150 Ribu

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Harga Rapid Test yang selama ini terbilang mahal kini tidak bisa lagi di atur. Dimana selama ini biayanya cukup terbilang mahal, berkisar antara Rp300 sampai Rp400 ribuan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Makassar, Naisyah Tun Azikin saat di wawancara menegakan bahwa dalam surat edaran (SE) Kementerian Kesehatan tertanggal 6 Juli mematok tarif tertinggi alat rapid tes, yakni sebesar Rp150 ribu.

Aturan itu berlaku untuk semua fasilitas kesehatan seperti Puskesmas, Rumah Sakit (RS) , dan sejenisnya termasuk di apotik. Baik yang dikelola pemerintah maupun swasta, tidak ada lagi yang bisa mematok harga di atas harga itu.

“Selama ini kan beda-beda kalau rapid test. Melalui surat edaran itu sudah bisa masyarakat tahu rapid test itu harganya segini. Jadi tidak khawatir lagi kalau mau cek kesehatannya,” ucap Naisyah saat di wawancara, Kamis (9/7/2020).

Ia menyebut menyebut Dinkes sudah diinstruksikan untuk meminta fasiltas kesehatan terkait untuk mengikuti batasan tarif ini. Naisyah pun meminta seluruh fasilitas kesehatan untuk langsung menerapkannya.

“Kalau ada yang masih pakai harga tinggi boleh dilaporkan nanti kita coba konfirmasi ke rumah sakit terkait. Karena ini adalah instruksi menteri maka kita harus mengikuti aturannya,” tegasnya.

Makassar sendiri diketahui dalam waktu dekat akan mulai menerapkan Perwali nomor 36 tahun 2020. Dimana dalam Perwali itu salah satu yang ditekankan adalah pembatasan masyarakat masuk dan keluar dari Makassar. Dan adapun jika warga hendak masuk dan keluar syaratnya adalah memperlihatkan surat keterangan (suket) bebeas covid atau surat tugas dari instansi dimana ia bekerja.

(Isak Pasa’buan)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending