Internal NasDem Gaduh Gara-gara Rekaman Video Viral Kandidat! - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Politik

Internal NasDem Gaduh Gara-gara Rekaman Video Viral Kandidat!

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Tensi politik jelang Pilkada Serentak 9 Desember 2020 mulai memanas. Saling sindir antar pendukung kandidat kepala daerah mulai ramai di media sosial, hingga perseteruan antar politisi muali jadi sorotan media.

Kegaduhan di internal Partai NasDem salah satu yang paling disoroti. Dua kader internal mereka saling “serang” lantaran beda sikap atas viralnya rekaman video diduga bakal calon (balon) Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto.

Danny, sapaan akrabnya merupakan balon yang telah mengantongi rekomendasi dari Partai NasDem, menyusul rekomendasi dari Partai Gerindra.

Rekaman video itu menayangkan sebuah percakapan antara balon usungan Partai NasDem dengan petinggi Partai Golkar dalam sebuah percakapan virtual yang membahas rencana paket balon dan konstalasi parpol di Makassar jelang pilkada serentak.

Beberapa percakapan dalam video itu disebut sebagai upaya untuk menggembosi Partai NasDem, meski belakangan sejumlah pengurus DPW menilai bahwa pernyataan Danny dalam video itu merupakan hal yang biasa dalam dinamika politik.

Namun beberapa lama pasca viralnya video tersebut, politisi NasDem yang juga mantan Anggota DPR RI, Akbar Faizal membuat opini yang berisi kritikan terhadap balon usungan partainya itu.

“Sebenarnya saya menunggu respon para pengurus NasDem dari tingkat Kota Makassar, DPW hingga DPP terkait beredarnya rekaman video bakal calon wali kota Makassar Danny Pomanto yang secara telanjang merendahkan Partai Nasdem,” tulis Akbar dalam catatannya berjudul ‘Catatan Untuk Danny dan Mereka yang Bernama Politisi’, Jumat (10/7/2020) lalu.

Lanjutnya, bahwa Danny  Pomanto  menunjukkan sikap sama sekali tak membutuhkan (dukungan) NasDem dan berharap Nasdem menarik dukungan terhadapnya.

“Dari Nurdin Halid, Ketua Golkar Sulsel dan Wakil Ketua Umum DPP Golkar, saya mendapatkan konfirmasi bahwa percakapan virtual mereka tersebut terjadi saat Danny Pomanto meminta Nurdin Halid memasangkan putranya, Andi Zunnun, menjadi wakilnya dengan harapan dukungan Golkar diberikan kepadanya,” ujar Akbar.

Namun menurutnya, kesepakatan itu Danny abaikan hanya beberapa hari. “Hari ini, Danny Pomanto resmi diusung Nasdem plus Gerindra berpasangan dengan Fatmawati Rusdi. Kabar terakhir, Gerindra akan mengalihkan ke Appi atas lobi Erwin Aksa langsung ke Prabowo Subianto,” ujarnya.

“Jika benar info ini, maka Danny  Pomanto praktis tak bisa ikut bertarung. Dan Nasdem ikut terbawa mati angin bersamanya padahal Nasdem pemenang utama pada Pileg lalu sehingga mendapat jatah Ketua DPRD Makassar,” kata politisi asal Sulsel itu.

Akbar menyebut dirinya bukan politisi yang mudah tersinggung apalagi untuk hal seperti ini. Namun ia menyebut manuver Danny Pomanto adalah sebuah teatrikal berkualitas sampah yang sama sekali tak layak untuk Sulawesi Selatan, Negeri Para pemberani. Sebuah tagline yang ia rangkai sendiri.

“Saya harus membuat catatan ini untuk tiga alasan. Pertama, meski  Danny Pomanto pernah menjabat Wali Kota Makassar saat memenangkan Pilwalkot atas dukungan penuh bekas Wali Kota Makassr Ilham Arief ‘ACO’ Sirajuddin, tapi Danny Pomanto tak juga memahami apa dan bagaimana karakter orang Bugis Makassar,” tulisnya.

Jelang beberap hari setelah pernyataan Akbar Faizal menghiasi kolom pemberitaan media, Ketua OKK DPW NasDem Sulsel, Tobo Khaeruddin kemudian angkat suara.

Tobo meminta Akbar Faizal untuk tidak ikut campur atau mengganggu konsentrasi politik yang tengah dibangun internalnya jelang pilakda.

Dia menyebut bahwa pernyataan Akbar Faizal tidak berbanding lurus dengan fakta yang ada, dimana ia mengklaim bahwa sejauh ini NasDem solid mendukung paket Danny-Fatma.

“Kami minta beliau (Akbar Faizal) tidak usah mengganggu konsentrasi internal kami dengan cara menanggap kami terhina atas pernyataan Danny,” ucapnya kepada media, Senin (13/7/2020).

Tabo juga menyayangkan pernyataan Akbar Faizal yang mengaku sebagai salah satu pendiri NasDem, padahal menurur Tabo, Akbar tercatat sebagai kader Hanura di periode pertama menjabat legislator Senayan.

“Dulu memang di Hanura waktu di DPR RI, dan NasDem saat itu sudah ada,” tegasnya.

(BS)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending