Ustadz Hadi Tersangka, Wakil Ketua DPRD Makassar Harap Pertimbangan Kemanusiaan - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Ustadz Hadi Tersangka, Wakil Ketua DPRD Makassar Harap Pertimbangan Kemanusiaan

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Penetapan tersangka Anggota DPRD Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso oleh Polda Sulsel, mendapat tanggapan dari sejumlah koleganya di parlemen.

Diketahui, Ustadz Hadi, sapaan karibnya, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelanggaran prosedur penanganan jenazah Covid-19 di RSUD Daya Makassar.

Walil Ketua DPRD Makassar, Adi Rasyid Ali berharap, kasus tersebut dapat dilihat dari sisi kemanusiaan, dimana Ustadz Hadi di luar kesibukannya sebagai legislator, juga mewakafkan dirinya sebagai pemandi jenazah dan masuk dalam Tim Covid-19 pemandi jenazah di RSUD Daya Makassar.

“Kami sangat prihatin mendengar kabar itu. Kami harap ada pertimbangan kemanusiaan terhadap beliau mengingat selama ini beliau masuk dalam tim covid dan menjadi pemandi jenazah di sana,” ucap ARA, akronim nama politisi Partai Demokrat itu.

Meski demikian, ARA mengaku tak ingin mengintervensi proses hukum yang tengah berjalan. Adapun yang dilakukan Ustadz Hadi sebagai orang yang diduga sebagai penjamin jenazah saat itu dapat dimaklumi lantaran belum ada hasil uji lab jenazah.

Baca Sebelumnya : Legislator Penjamin Jenazah Covid-19 di Makassar Ditetapkan Tersangka

“Setahu kami begitu, dan almarhum itu (jenazah) merupakan guru mengaji Ustadz Hadi. Mungkin saja pertimbangan itu jenazah kemudian dimakamkan di TPU,” sambungnya.

Adapun kasus tersebut juga telah diproses di lembaga yang ia pimpin melalui Badan Kehormatan (BK), tanpa menghambat proses hukum yang dilakukan pihak kepolisian.

Sebelumnya Ketua BK DPRD Makassar, Zaenal Beta usai menggelar rapat dengan anggota BK lain termasuk Andi Hadi Ibrahim Baso (Ustadz Hadi) selaku penjamin jenazah di Gedung DPRD Makassar, Senin (6/7/2020) sore menegaskan bahwa tidak ada pengambilan paksa.

“Jadi tadi itu kita panggil ustadz Hadi karna terlalu banyak berita saya lihat, jadi kita panggil untuk memberi penjelasan di BK terkait dengan kasus yang menimpahnya,” kata Zaenal pada Makassartoday.com.

“Kalau kita melihat penjelasan dari beliau tidak ada yang salah karena dia tidak memaksa, karena itu kan beda dengan mengambil paksa. Kan dianggap diambil paksa, makanya kita mau dengar penjelasannya,” tambahnya.

Anggota legislatif tiga periode itu menyampaikan bahwa dalam rapat yang digelar sore tadi belum ada diputuskan apa hasilnya mengingat masih ada sejumlah proses yang harus dilalui.

(Erik)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending