Kasus Ambil Jenazah Covid-19 Di RSUD Daya Berpeluang Seret Tersangka Baru - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Kasus Ambil Jenazah Covid-19 di RSUD Daya Berpeluang Seret Tersangka Baru

Published

on

alterntif text

Makassartoday.com, Makassar – Kasus penjaminan jenazah Pasien Dalam Pemantauan (PDP) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya Makassar beberapa waktu yang lalu terus bergulir di Polrestabes Makassar.

Dua tersangka telah ditetapkan, yakni Andi Hadi Ibrahim Baso sebagai penjamin jenazah positif Covid-19 dengan Andi Nurahmat selaku penyedia mobil ambulance. Keduanya dijerat pasal 214, ayat (1), 335, 336, 55 KUHPidana Juncto Pasal 93 UU Karantina Kesehatan Nomor 6 tahun 2018 dengan ancaman 7 tahun penjara.

Dalam kasus ini sendiri, Eks Direktur RSUD Daya Makassar dr Ardin Sani yang saat itu masih menjabat juga ikut diperiksa. Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo saat di wawancara menyampaikan jika kasus ini terus didalami pihaknya.

“Ini memang dalam pemeriksaan, masuk sebagai saksi (dr Ardin Sani),” kata Ibrahim, Selasa (14/7/2020).

Dalam pemeriksaan itu sendiri, Ibrahim menegaskan bahwa segala upaya hukum terus dilakukan. Namun adapun terkait siapa saja yang akan jadi tersangka belum diketahui.

“Kami tidak boleh berasumsi. Kita tetap melakukan pendalam dari siapapun yang terlibat dari peristiwa tersebut. Penentuan siapa-siapa yang terlibat itu sesuai dengan hasil keterangan bukti-bukti dan petunjuk-petunjuk yang di kumpulkan penyidik. Jadi kita tidak bisa memaksakan apa yang ada dalam pikiran orang atau salah sangka tapi harus disertai bukti-bukti,” ungkapnya.

Adapun kapan kasus ini dilimpahkan ke Kejaksaan, Ibrahim mengatakan masih menunggu proses penyelidikan yang sedang berlangsung.

“Masih tetap kita lakukan pengembangannya. Kita berusaha bekerja secepatnya karena target waktu tidak terlalu mengikat. Tapi kita punya kewajiban untuk mempercepat prosesnya. Patokannya kita selesaikan dulu semua bukti-buktinya baru kita kirim langsung,” terangnya.

Terpisah, Ketua DPD PKS Makassar, Anwar Faruq saat dimintai tanggapan terkait kasus yang menimpa kadernya memilih irit bicara.

“Kami sudah membicarakannya sampai level DPP. Termasuk mempersiapkan lawyer,” singkatnya melalui pesan WhatsApp.

Sekedar diketahui, jenazah pada saat diambil masih berstatus PDP namun setelah dibawa dan hasil swab keluar ternyata positif Covid-19. Pasien adalah warga Komplek Taman Sudiang Indah. Ia masuk ke RSUD Daya Makassar setelah mengeluh sesak napas hingga mendengkur.

Selain itu, kasus ini juga menyeret Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya Kota Makassar, dr Ardin Sani hingga ia dicopot dari jabatannya karena dianggap melanggar prosedur penanganan Covid-19.

(Isak Pasabuan)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending