Juru Bicara Adalah Kunci Sukses Menghadapi Masalah - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Inspiratif

Juru Bicara Adalah Kunci Sukses Menghadapi Masalah

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Kata-kata dikeluarkan berupa pesan resmi dari juru bicara sangatlah penting bagi masyarkat. Pada saat terjadi krisis dan penuh dengan ketidakpastian, masyarakat membutuhkan informasi yang dapat dipercaya.

Keberhasilan sebuah lembaga dalam menanangi kriris yang menimpanya, bergantung pada tingkat kemampuan dari seorang Juru Bicara yang merupakan sosok yang berada dibalik krisis tersebut hingga akhirnya bisa memperbaiki krisis menuju kondisi yang lebih baik.

Johan Budi Sapto Pribowo, Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2005 – 2016 juga memberikan pernyataan yang serupa, “Sebagai Juru Bicara kita harus paham betul bagaimana kita menilai sebuah informasi yang ada, dan akhirnya bisa memberikan dampak yang positif untuk lembaga kita”.

Pada webinar “Pentingnya Peran Juru Bicara dalam Masa Penanganan Krisis” yang digagas oleh komunitas mahasiswa strata 1 dan 2 Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya yang bernama PR Chat! dan berkolaborasi dengan UB Experts (Badan Usaha Kepakaran UB) pada hari Kamis (23/7/2020) melalui pertemuan secara daring.

Johan juga menjelaskan bahwa seorang Juru Bicara juga harus mampu memberikan saran komunikasi kepada pemimpin lembaga mereka. “Juru Bicara yang seharusnya memberitahu kepada pimpinan besok harus berbicara apa. Seperti contoh Saya Juru Bicara KPK, saya yang harus menyarankan kepada pemimpin saya besok beliau harus berbicara seperti apa di depan media” Ujar Johan Budi.

Selaku pakar komunikasi dan manajemen krisis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya, Maulina Pia Wulandari juga menambahkan “seorang juru bicara juga harus bisa mempersiapkan naskah pidato kepada CEO”.

Dalam ranah perguruan tinggi, keberadaan juru bicara juga sangat membantu menjaga dan meningkatkan reputasi perguruan tinggi. “Untuk meningkatkan reputasi UB diluar negeri, UB menunjuk juru bicara, yang memang pada saat itu adalah Ibu Maulina Pia sendiri, untuk menyampaikan visi misi secara langsung dan menjalin hubungan dengan Timur Tengah”, ucap Rektor UB periode tahun 2014 – 2018, Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS.

alterntif text

Sementara, dalam dunia hiburan, Abdul Rachman Hidayat atau yang biasa dipanggil dengan Mas Abbe, pendiri Talent Manager, Abbe Talent ini menyatakan bahwa juru bicara memiliki andil yang besar, apalagi pada saat salah satu tallent yang dibawah naungan Abbe Talent diterpa permasalahan.

“Memulai sesuatu itu mudah, mempertahankan itu yang sulit. Maka, juru bicara juga harus bisa menjadi penengah atau mediator bagi kedua belah pihak yang bermasalah sehingga masalah dapat ditangani dengan baik”, tambah Mas Abbe.

Dalam upaya meredam krisis dan menyelesaikan masalah, Johan Budi Sapto Pribowo yang saat ini menjabat sebagai anggota DPR RI Fraksi PDIP periode 2019 – 2024, menekankan bahwa informasi yag diberikan harus berdasarkan fakta dan data sebenarnya.

Selain itu, Johan juga menegaskan bahwa juru bicara juga harus menghargai awak media. Maka, untuk memaksimalkan penyampaian data dan informasi kepada publik tersebut, juru bicara juga harus tahu bagaimana berbicara dengan media.

“Pertama, jangan pernah berbohong kepada media. Semua yang ingin dikatakan harus sesuai dengan data dan fakta. Kedua, juru bicara tidak boleh memberikan kalimat yang multitafsir dan ini sangat berbahaya karena bisa menimbulkan tafsiran yang berbeda-beda”.

Selain itu, Juru Bicara hendaknya tidak menjawab pernyataan yang belum dipaham jawabannya dan sangat tidak diperbolehkan untuk menjawab no comment. “Jangan sekali-kali menjawab no comment. Anda Juru Bicara dibayar untuk bicara. Anda tidak bisa mengucapkan itu”, tegas Johan Budi.

Sejalan dengan apa yang diungkapkan oleh Johan Budi, Prof. Mohammad Bisri, serorang guru besar teknik pengairan UB berujar,“Setiap menyampaikan sesuatu harus berdasarkan data yang diperoleh dari hasil riset terlebih dahulu dan paling penting adalah menyelesaikan masalah tanpa menimbulkan masalah baru”.

Sebagai penutup, Pia Maulina menambahkan bahwa untuk mencegah simpang siurnya informasi, maka infromasi yang disampaikan kepada publik harus melalui 1 pintu.

“Juru bicara bukanlah orang yang mencari kepopularitasan, jangan lebay dalam berkata dan bertindak, dan berbicara harus berdasarkan data dan fakta yang sebenarnya”, tutup Pia.

(**)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending