Mapalasta Dan PKD Mapala Sulsel Bagi Mainan Ke Anak-anak Pengungsi Banjir Bandang - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Mapalasta dan PKD Mapala Sulsel Bagi Mainan ke Anak-anak Pengungsi Banjir Bandang

Published

on

alterntif text

Makassartoday.com, Masamba – Banjir bandang dan tanah longsor yang menimpa Kabupaten Luwu Utara tidak hanya menerjang pemukiman penduduk, tempat ibadah, pasar, tetapi juga sekolah-sekolah dan fasilitas bermain anak-anak.

Sudah hampir dua pekan berlalu semakin banyak anak-anak di pengungsian yang merasa trauma karena kehilangan tempat tinggal dan fasilitas bermain.

Tim Emergency Response Mapalasta, PKD Sulsel dan warga Kappuna Kembali bersama- sama terjun ke pengungsian untuk membagi-bagikan mainan bagi anak yang terdampak banjir di Dusun Petambua ( 25/7/20 ).

Menurut paparan salah satu anggota Mapalasta Ismail Baso yang akrab disapa Alapsta ( 24 ), hal ini mereka lakukan dalam rangka memberikan trauma healing sekaligus membangkitkan motivasi bermain bagi anak-anak pengungsi.

“Kami dari Mapalasta, PKD Mapala Sulsel bersama warga Kappuna melakukan program untuk memberikan motivasi untuk mencegah Post Traumatic Stress Disorder ( PTSD ) dengan membagikan mainan kepada anak-anak pengungsi,” kata Alapsta.

Setibanya di posko pengungsian, anak-anak terlihat sangat antusias dan langsung menyerbu mobil untuk mendapatkan mainan.

Sementara itu orang tua dari salah satu anak yang mendapatkan mainan Bapak Gio (29) mengucapkan terima kasih kepada para relawan khususnya Tim Mapalasta, PKD Mapala Sulsel sarta warga Kappuna yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk datang ke posko pengungsian demi menghibur anak-anak. “ terima kasih banyak nak, sudah datang kesini temani anak-anak kami bermain “ ucapnya dengan nada haru.

Di tempat yang sama, warga Kappuna Ismi (23) memberikan apresiasi kepada Tim Mapalasta dan PKD Mapala Sulsel telah melibatkan warga Kappuna untuk peduli terhadap anak-anak pengungsi di tenda pengungsian.

“Saya merasa sangat senang sudah dilibatkan untuk turut membantu dan berinteraksi dengan anak-anak di Desa Petambua,” tuturnya dengan logat khas Masamba.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata sedikitnya 38 orang korban meninggal dunia, 106 orang luka/dirawat, dan 10 orang masih dinyatakan hilang. Sementara itu BPBD setempat mencatat sebanyak 14.438 jiwa dari total 3.627 kepala keluarga (KK) mengungsi. Sebanyak 4.202 unit rumah warga ikut terdampak, sembilan unit sekolah, 13 unit rumah ibadah, rinciannya 12 masjid dan satu gereja.

Laporan : Sanca

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending