Bapenda Ingatkan Kandidat Tak Pasang APK Di Jalan Protokol - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Politik

Bapenda Ingatkan Kandidat Tak Pasang APK di Jalan Protokol

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar mulai menertibkan sejumlah Alat Peraga Kampaye (APK) kandidat kepala daerah di sepanjang Jalan Protokol.

Penertiban didasari pada Peraturan Wali Kota (Perwali) Makassar Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pengaturan Pemasangan Reklame dan Atribut Partai Politik dalam Kota Makassar.

Seksi Penertiban Bapenda Kota Makassar, Edman saat dikonfirmasi mengatakan APK yang dicabut timnya adalah APK yang dipasang di Jalan Protokol

“Jadi yang kami tertibkan itu APK yang dipasang di Jalan Protol utamanya yang dipasang di pohon. Dan itu tidak ada terkecuali, semua APK sesui dengan Perwali. Termasuk spanduk dan baliho lainnya yang bukan dari balon wali kota,” kata Edman saat lewat sambungan telepon selulernya, Rabu (29/7/2020).

Maka dari Edman menyarankan kepada tim bakal calon agar tidak memasang APK di tempat-tempat yang di larang itu.

Adapun jalan yang dimaksud yakni, Jln. Perintis Kemerdekaan, Jln. Jenderal Sudirman, Jln. Ahmad Yani, Jln. Penghibur, Jln. Haji Bau, Jln. Somba Opu, Jln. Pasar Ikan, Jln. Ujung Pandang, Jln. Riburane, Jln. Nusanntara, Jln. Tentara Pelajar, Jln. Ratulangi, Jln. Bawakaraeng, Jln. Sultan Alauddin, Jln. Urip Sumoharjo, Jln. Bandang, Jln. Veteran, dan Jln. AD. Pettarani.

“Semua APK kita tertipkan karena menganggu. Untuk itu disarankan agar tidak pasang di jalan-jalan yang dilarang itu,” jelasnya.

Sementara itu, bakal calon (balon) Wakil Wali Kota Makassar, dr Fadli Ananda saat di wawancara di salah satu warung kopi di Makassar menaggapi penertiban itu.

Dia telah menegaskan pada timnya agar tidak memasang di zona-zona yang telah ditentukan utamanya di pohon.

“Saya melihat relawan ini sudah mulai jalan. Saya menekankan pada relawan jagan pasang di zona tertentu yang dilarang Pemkot utamnya di pohon kita larang, kalau bisa di tiang di tiang daripada merusak pohon,” ungkapnya.

“Kita utamakan pasang di tempat-tempat yang diizinka,” tambahnya.

Namun adapun spanduk yang terpasang di zona dilarang, kata Fadli itu tidak bisa di indahkan.

“Kita juga tidak bisa melarang relawan kita hanya bisa sarankan untuk pasang ditempat-tempat yang tidak dilarang. Kami utamankan billboard dengan sosial media (sosmed,” beber atlet balap mobil itu.

Hal senda juga di sampaikan juru bicara (jubir) Partai Gerindra Makassar, Puspito Hargono. Menurutnya apa yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Makassar sudah tepat apalagi sudah sesuai dengan perintah Perda.

Untuk itu, ia menyampaikan permintaan maafnya jika ada APK dari pihaknya yang terpasang di jalan-jalan yang dilarang itu.

“Kita mendorong pemerintah untuk menerapkan aturan. Makanya kami minta maaf jika ada spanduk-spanduk kami yang terpasang di area yang dilarang itu. Itu tidak jadi masalah,” jawab singkat Puspito.

(Isak Pasa’buan)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending