SDI Pai I Buka Kelas Di Teras Musollah, Guru : Banyak Siswa Tak Punya Kuota Internet - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

SDI Pai I Buka Kelas di Teras Musollah, Guru : Banyak Siswa Tak Punya Kuota Internet

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Kebijakan pihak Sekolah Dasar Inpres (SDI) Pai I, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, dengan membuka kelas belajar di masa pandemi Covid-19 menuai protes dari sejumlah orang tua siswa.

Diketahui, proses belajar mengajar tatap muka itu dibagai atas tiga sesi. Sesi pertama masuk jam 08.00 Wita – 09.00 Wita, sesi kedua 09.00 Wita – 10.15 Wita, dan 10.30 Wita – 11.30 Wita.

Salah satu orang tua siswa yang melayangkan protes mengatakan, proses belajar mengajar dengan tatap muka sangatlah berisiko bagi anak-anak. Apalagi kondisi pandemi yang masih belum kondusif termasuk kasus positif Covid-19 di Makassar masih terus meningkat.

“Ini anak-anak disuruh datang di sekolah untuk belajar. Kita sebagai orang tua juga dilema, mauki izinkan anakta nah masih pandemi. Tidak diizinkan anak-anak di absen sama gurunya, kalau tidak datang alpami,” ucap orang tua siswa yang enggan disebut namanya, Kamis (6/7/2020).

Dia juga mengaku khawatir jika anak-anak lepas dari pegawasan orang tua saat ini. Pasalnya anak-anak dinilai masih belum bisa memperhatikan kesehatannya.

“Ini anak-anak disuruh datang di sekolahnya, memang tidak pakai baju sekolahji, tapi itukan berisiko. Siapa yang mau tanggung jawab kalau ada apa-apa? Siapa juga mau awasi anakku disana kalau dia main sama temannya, tidak mungkin gurunya. Kan sekarang ini juga masih disarankan untuk belajar online,” tungkasnya.

Menindak lanjuti laporan orang tua siswa tersebut, Makassartoday.com mencoba mengkonfirmasi ke guru yang bersangkutan, dan pada saat ditanyai ia mengatakan jika proses belajar mengajar yang disebut itu tak seperti pada umumnya, karena digelar di luar ruangan alias di teras musollah.

“Itu sebenarnya bukan proses belajar megajar seperti yang sesungguhnya karena kan saya juga tidak di dalam kelas. Saya diterasnya musolla (sekolah), saya tidak masuk dalam kelas dan itupun hanya beberapa orang yang mau datang,” kata Syarifah Sirajuddin selaku guru yang bersangkutan saat di wawancara, Kamis (6/8/2020).

alterntif text

Lanjut, Syarifah mengatakan proses belajar mengajar tatap muka itu dilakukan atas dasar permintaan sebagian orang tua siswa. Dimana sebagian orang tua siswa, kata dia, mengeluh lantaran tidak punya kuota internet. Termasuk poneel milik Syarifah tidak mampu menyimpan foto-foto tugas siswanya.

“Dan itu juga mereka (orang tua siswa) mau. Memang ada absen. Masa tidak ada absen, kan kalau belajar daring juga diabsenji. Saya tidak pernah mengambil keputusan sendiri, saya selalu mengajak orang tua siswa disuksi,” pungkasnya.

“Orang tua siswa selalu mengeluh, Bu tidak ada kuotaku. Bu bisaka itu sekali-sekali panggil anak-anak di ajar, apalagi ini matematika. Ada permitaan orang tua siswaku. Hpku juga tidak muatmi untuk itu menampung foto-fotonya siswa,” sambungnya.

Belajar di musolla sekolah itu sendiri disebut telah berlangsung selama dua hari, yakni hari Selasa (4/8/2020) lalu dan hari ini, Kamis (6/8/2020).

Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin dalam wawancara sebelumnya mengatakan pihaknya belum berani memberikan izin untuk proses belajar tatap muka. Apalagi anak-anak dinilai sangat rentan akan penyakit.

“Anak-anak kita tidak boleh kita dekatkan ke risiko, biarlah kita yang dewasalah,” tegas Rudy usai mengikuti rapat paripurna di DPRD Makassar, Selasa (4/8/2020).

Ia mengaku masih menunggu intruksi dari pusat dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendigbud). Termasuk jadwal kapan diaktifkan kembali sekolah-sekolah.

Kebijakan menunda pembukaan sekolah hingga situasi dianggap aman merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah untuk memprioritaskan warganya termasuk generasi masa depan bangsa yakni anak-anak.

“Belum terpikirkan untuk membuka sekolah, masih sangat berisiko bagi anak-anak,” jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada jawaban dari Dinas Pendidikan Kota Makassar meski telah dikonfirmasi.

(Isak Pasabuan)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending