Tuai Protes, Direksi Klaim Lelang Jabatan Kepala Pasar Hasil Pemeriksaan Inspektorat - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Tuai Protes, Direksi Klaim Lelang Jabatan Kepala Pasar Hasil Pemeriksaan Inspektorat

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Perusahaan Daerah (PD) Pasar Makassar Raya baru saja melaksanakan proses lelang jabatan untuk posisi kepala pasar. Hasil lelang itu berbuntut pada pergantian 10 kepala pasar di Makassar.

PD Pasar Makassar Raya mengklaim bahwa kebijakan lelang jabatan merupakan rekomendasi atau hasil pemeriksaan/audit yang dilakukan pihak Inspektorat beberapa waktu lalu.

Hal itu ditegaskan Direktur Umum (Dirum) PD Pasar Makassar Raya, Nuryanto G Liwang, menyusul adanya aksi protes sejumlah mantan kepala pasar yang menyebut proses lelang syarat bermuatan politik.

“Tidak benar itu… Kami melakukan lelang jabatan dalam menempatkan Kepala Pasar yg mengacu dari hasil pemeriksaan Inspektorat Kota Makassar. Dimana ada temuan… penempatan Kepala Pasar sebelum, tdk memenuhi persyaratan. Diantaranya krn di jabat oleh tenaga kontrak,” jelas Anto, sapaan akrabnya saat dikonfirmasi via WhatsApp, Sabtu (8/7/2020).

Pihaknya pun menegaskan, bahwa proses lelang yang menyebabkan 10 kepala pasar lengeser dari jabatannya merupakan kebijakan yang bisa dipertanggungjawabkan secara hukum.

“Insyaa Allah…sesuai dengan mekanisme yg ada,” tegasnya.

Baca Juga : Pencopotan 10 Kepala Pasar Diduga Bermuatan Politis?

Proses lelang jabatan yang digelar pihak direksi PD Pasar Makassar Raya juga mendapat tanggapan dari Peneliti Senior Pusat Kajian Anti Korupsi (PUKAT) Universitas Patri Artha (UPA) Bastian Lubis.

Pergantian kepala pasar yang saat ini menuai protes, kata dia, sedianya disampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan presepsi negatif di masyarakat, apalagi pergantian itu bertepatan dengan tahapan pesta politik yang akan berlangsung di Makassar.

alterntif text

“Memang direksi yang menetukan kepala pasarnya. Tapi pergantuan itu juga harus dilatar belakangi masalah dan alasan, termasuk penilaian kinerjanya dan lainnya. Harus disampaikan secara terbuka, apalagi sekarang sudah masuk tahapan pilkada,” kata Bastian pada Makassartoday.com, Sabtu (8/8/2020).

Bastian menyebut, bahwa pergantian jabatan di lingkungan birokrasi harus disampaikan secara terbuka, dan berharap kejadian yang dialami mantan Pj Wali Kota Makassar, Yusran Yusuf terulang.

“Pak Yusran kemarin juga diganti dan tidak jelas apa masalahnya. Dan kalau saya baca di media, pencopotan ini sangat tidak transparan, harusnya jelas apa masalahnya,” sambung Rektor Universitas Patria Artha Makassar itu.

Ia pun menyayangkan apabila pengantian 10 kepala pasar ini disusuipi oleh kepentingan politik dan proses lelang jabatan hanya sebatas formalitas saja.

“Memang saya liat pelelangan-pelelangan ini hanya formalitas ajah. Jadi memang diduga kuat ada intrik politik. Harusnya itu penggantinya disampaikan ke publik siapa nama-namanya, dipublis. Dan kalau mau cari yang benar-benar berkualitas harusnya dibentuk tim yang betul-betul melakukan pengujian,” jelas pengamat pemerintahan itu.

“Sama denga pelelangan di PDAM, ada yang menggugat karena salah satu yang lolos itu umurnya tidak memenuhi syarat. Jadi memang sebenarnya mulai dari awal pengantian direksi perusda cuman formalitas ajah. Perusda pasar memang dari dulu tidak berhasil, harusnya direksinya juga diganti ajah,” sindirnya.

Sekedar diketahui, beberapa posisi kepala pasar yang berganti diantaranya, Kepala Pasar Sawah, Sambung Jawa, Daya, Pasar Baru, Makassar Mall, Kampung Baru dan beberapa kepala pasar darurat.

Adapun kepala pasar yang masih bertahan atau dianggap layak kembali di posisi awal, seperti Kepala Pasar Terong dan Pa’baeng-baeng.

(Isak Pasa’buan)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending