Inspektorat Periksa Dugaan Pungli Di Rusunawa Mariso - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Inspektorat Periksa Dugaan Pungli di Rusunawa Mariso

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Pihak Inspektorat mulai turun tangan melakukan penyelidikan atas adanya dugaan pungutan liar (Pungli) di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di Kelurahan Lette dan Kelurahan Pannambungang, Kecamatan Mariso. Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT) ini mulai dilakukan hari ini, Senin (10/08/2020).

Kepala Inspektorat Makassar, Zainal Ibrahim mengatakan pihaknya akan menyelidiki apa yang terjadi di Rusunawa, termasuk laporan warga yang mengeluhkan adanya kenaikan tarif listrik dan air.

PPDT ini sendiri dilakukan dengan bekerjasama pihak Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman kota Makassar, termasuk pemerintah setempat dalam hal ini pihak kecamatan.

“Kan yang dipermasalahkan pokok di sana, masalah listriknya, air, fasilitas, kita mau lihat apa kondisinya begitu, terus katanya ada penghuni liar,” kata Zainal, Senin (10/08/2020).

Adapun hasilnya nanti, kata Zainal akan dilaporkan terlebih dahulu ke Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin. Untuk itu, ia meminta pada semua pihak agar bersabar dan memberikan kepercayaan pada Inspektorat menyelesaikan masalah ini.

Begitu juga dengan rekomendasi saksi baru akan diberikan setelah ada hasil dari PDTT. Maka dari itu, Zainal menekankan dalam penyelidikan ini pihaknya selalu mengedepankan asas praduga tak bersalah sebagai awal dalam menemukan keadilan.

alterntif text

“Kami lapor dulu dengan pak (Pj) Wali, terus treatment apa yang kita lakukan, kalau sekarang kita tanya masalah kan masih prematur karena tim masih melakukan pemeriksaan di lapangan,” ungkap Zaenal.

Sebelumnya, ratusan warga penghuni Rusunawa dari Kelurahan Lette dan Kelurahan Pannambungang geruduk kantor Balai Kota Makassar, Senin (3/7/2020).

Warga protes lantaran tagihan listrik dan air dinilai tidak masuk akal, termasuk biaya balik nama kepemilikan kamar di Rusunawa yang mencapai jutaan rupiah. Warga menduga pengelola Rusunawa dalam hal ini UPTD Rusunawa yang dibawahi Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman melakukan pungli.

“Kami sudah menyampaikan keluhan-keluhan kami pada pegelola tentang kenaikan pembayaran listik dan air tapi alasan pengelola tidak ada solusi. Pihak pengelola perampok. Tahun 2019 lalu tagihan listrik hanya kisaran Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu, tapi sejak pergantian pengelola Rusunawa, nilai tagihan terus melonjak dan bulan lalu tagihan listrik saya jadi Rp 700 ribu lebih. Padahal pemakaian dirasa sama dan tidak ada tambahan peralatan listrik. Termasuk balik nama yang mencapai Rp 3 juta,” kata Kasman, salah satu penghuni Rusunawa yang ikut aksi.

(Isak Pasa’buan)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending