Disdik Ingatkan Sekolah Selektif Gunakan Dana BOS Untuk Belanja Kuota Siswa - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Disdik Ingatkan Sekolah Selektif Gunakan Dana BOS Untuk Belanja Kuota Siswa

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Belum adanya izin dari Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk belajar tatap muka membuat seluruh siswa harus tetap belajar secara daring.

Dimana proses belajar mengajar itu tentu banyak menimbulkan polemik, salah satunya adalah belanja kuota internet yang kini jadi keluhan sebagian orang tua siswa.

Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar, Amalia Malik saat diwawancara menjelaskan, perihal belanja kuota bisa menggunakan Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Jadi berdasarkan surat Menteri, itu dana BOS bisa dipakai untuk belanja kuota,” ucap Amalia melalui telepon selulernya, Selasa (11/8/2020).

Adapun teknisnya nanti, Amalia mengatakan sepenuhnya diserahkan pada pihak sekolah. Termasuk melakukan pengamatan apakah dana BOS itu sepenuhnya diperuntukkan untuk biaya belanja kuota internet atau keperluan operasional lainnya seperti bayar listrik dan air.

Bahkan di Makassar disebut telah ada sekolah yang menggunakam dana BOS untuk belanja kuota. Dan tak tangguh-tanggu, jumlahnya pun cukup tinggi yakni Rp12 juta.

“Tinggal bagaimana caranya untuk memaksimalkan saja. Nanti pembelian kuotanya ada tapi alat fasilitasnya lagi tidak ada, jadi harus betul-betul selektif yang mana bisa dieberikan dan yang mana tidak. Tinggal sekolah ajah teknisnya karena merekah lebih tau kondisi sekolah dan siswanya,” kata Amalia.

Lebih jauh, Amalia menjelaskan jika dana BOS juga bisa dipergunakan untuk belanja kebutuhan penanganan Covid-19, seperti Masker, Disinfektan, Hansanitaise, serta perlatan lainnya.

alterntif text

“Semua alat untuk fasilitas Covid-19. Termasuk Disinfektan juga boleh,” jelasnya.

Adapun untuk besaran dana BOS itu sendiri, Amalia mengatakan tidak tahu menahu soal itu, apalagi dana yang diterima tiap sekolah di Makassar langsung dari pusat.

“Tiap sekolah beda-beda. Saya tidak tau berapa itu karena swastakan juga dapat. Yang pastinya dana BOS tergantung data DAPODIKnya, satu siswa Rp100 ribu. Dan itu langsung dari pusat melalui rekening sekolah. Kalau Disdik Makassar hanya terima berupa bentuk laporannya saja,” tandasnya.

Dan adapun sekolah yang belum memberikan bantuan belanja kuota pada siswanya, Amalia menyapaikan agar bersabar dikarenakan beberapa sekolah masih dalam tahap inventaris siapa-siapa saja yang berhak mendapatkan kuota internet itu.

Terpisah, Kepala Sekolah (Kepsek) Negeri 18 Makassar, Muhammad Guntur saat diwawancara mengatakan jika anggaran BOS untuk belanja kuota itu telah disalurkan. Hanya saja baru diberikan pada tenaga pendidik (guru) dikarenakan siswa masih dalam tahap pendataan.

“Kalau disekolah saya sementara data siswa yang tidak mampuh. Yang memiliki kartu KIS, KIP, dan PKH,” ungkap Guntur.

Adapun besaran anggaran yang diberikan pada guru yakni Rp100 ribu per orang dan untuk satu orang siswa sendiri nantinya akan diberikan Rp 50 ribu untuk belanja kuota dari jumlah siswa keseluruhan, yakni 1.100 siswa.

“Siswa itu Rp 50 ribu tapi tidak semua siswa karena tidak mampuh juga dana BOS kalau semua siswa,” pungkasnya.

(Isak Pasabuan)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending