Surat Edaran Penutupan THM, Dispar Makassar Sebut Hoax - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Surat Edaran Penutupan THM, Dispar Makassar Sebut Hoax

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Surat Edaran (SE) nomor 8852/S.EDAR/045.1/DISPAR/VIII/2020 tentang Penutupam Kegiatan Operasional Industri Pariwisata Dalam Rangka Percepatan Pengendalian Serta Memutus Mata Rantai Penyebaran Corona Virus Disease (COVlD-19) di Kota Makassar ternyata Hoax.

Surat yang mengatas namakan Dinas Parawisata itu, terbit tertanggal hari ini, Selasa (11/8/2020) dengan dibubuhi tanda tangan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Makassar, Rusmayani Madjid beserta stempel instansi Dispar Makassar.

“Hoax itu. Saya belum menandatangani apapun. Saya belum pernah menandatangani apapun. Saya baru konsep. Bukan begitu bahasanya,” bantah Maya sapaan akrab nya saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya.

Ia bahkan mengancam akan mencari tahu siapa yang membuat surat edaran itu yang mengatas namakan Dinas Pariwisata Makassar.

“Saya mau suruh cari pelakunya siapa! Karena saya tidak pernah tanda tangan. Tanda tangan saya dipalsukan. Lillahi ta’ala saya tidak pernah tanda tangan. Saya baru mau koordinasikan dengan pimpinan (Pj Wali Kota, Rudy Djamaluddin),” ucapnya.

Surat edaran itu sendiri dalam isinya disebut sebagai tindak lanjut dari Peraturan Wali Kota (Perwali) Makassar Nomor 36 Tahun 2020. Selain itu juga terdapat enam poin yakni:

1. Pemerintah Kota Makassar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pemerintah dalam percepatan penanganan dan pengendalian penyebaran Corona Virus Disease (Covid 19) di Kota Makassar,

2. Dalam upaya penanganan, pengendalian, percepatan maka Pemerintah Kota Makassar melakukan penutupan kegiatan operasional usaha hiburan, mulai tanggal 12 Agustus 2020 sampai dengan balas waktu yang akan ditentukan kemudian dengan melihat kondisi aman dari penyebaran Virus Corona Disease (COVID 19). Adapun jenis usaha yang TUTUP sebagai berikut :

alterntif text

a. Klub Malam, Diskotek dan, Pub
b. Karoke
c. Bar dan Cafe
d. Panti pijat, Refleksi, dan SPA (Solus Per Aqua)
e. Bioskop

3. Segala bentuk penyelenggaraan resepsi pernikahan yang dilakukan di hotel dan balai penemuan belum diperbolehkan sampai batas waktu yang ditentukan kemudian,

4. Penyelenggaraan MICE dapat dilaksanakan dengan mengacu pada protokol kesehatan dan pembatasan peserta sebanyak 50 persen dari jumlah kapasitas ruangan,

5. Tim Gugus Tugas Covid-19 akan menutup paksa usaha yang melanggar atas ketentuan yang dimaksud.

6. Demikian edaran ini untuk menjadi perhatian agar dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

Sebelumnya, dalam konfrensi pers di Posko Covid-19 Makassar, Asisten Satu Pemkot Makassar, M Sabri menegsakan akan melakukan penutupan paksa tempat-tempat hiburan di Makassar. Mengingat Makassar masih jadi episentrum penyebaran Covid-19.

“Untuk pesta pernikahan tempat atau hotel yang melaksanakan belum ada izin resmi, kalau ada itu ilegal. Sanksinya akan dibicarakan lagi tim gugus,” kata Sabri yang juga menjabat Ketua Satgas Penegakan Disiplin Gugas Covid 19 Makassar.

Pertimbangan penutupan atau belum dizinkanya beroperasi Klub Malam, Diskotek, Pub, Karoke, Bar/Cafe, Panti pijat/Refleksi, SPA (Solus Per Aqua) dan Bioskop karena dinilai berpotensi menimbulkan kerumunan banyak orang dan memicu adanya penularan Covid-19.

“Saya pastikan mereka ini belum ada izin. Para pengusaha THM kerap berdalih bahwa protokol kesehatan,” tambahnya.

(Isak Pasabuan)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending