Beredar Video Penertiban APK Kandidat Wali Kota Makassar Diduga Tebang Pilih - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Politik

Beredar Video Penertiban APK Kandidat Wali Kota Makassar Diduga Tebang Pilih

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Penegasan Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin terhadap netralitas ASN di Pilkada Makassar 2020, sepertinya perlu ditinjau ulang. Kuat dugaan salah satu intsnasi di lingkup pemerintahannya melakukan tindakan tebang pilih dalam penertiban Alat Peraga Kampanye (APK).

Dugaan itu muncul setelah sebuah rekaman video seorang warga memergoki oknum petugas diduga dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) yang menurunkan paksa APK di sejumlah ruas jalan protokol, beredar di media sosial.

Terlihat petugas itu mengenakan baju batik, memakai penutup wajah sambil membawa palu dan beberapa APK jenis yang baru saja ia turunkan.

Dalam video itu, warga menanyakan terkait penurunan APK milik dua paslon, sementara tidak untuk APK paslon lainnya.

“Kenapa ini ji (APK) dikasi turun pak,” tanya warga dalam video itu.

“Kenapa tidak turun anunya Appi (balon wali kota) ia pak? yang dua sana,” tanya dia lagi.

“Karena ini ji yang disuruh,” jawab okum petugas tersbeut.

alterntif text

“Oh DP (Danny Pomanto) ji sama Dilan (Deng Ical-Fadli Ananda).

Untuk memastikan bahwa petugas tersebut adalah oknum Bapenda. Media mencoba mengkonfirmasi Kepala Seksi Penertiban, Adiyanto dan anggotanya dan Edman, namun keduanya tak menggubris pesan WhatsApp yang dikirim wartawan.

Terpisah, Ketua Komisi A bidang Hukum dan Pemerintahan, Supratman menyayangkan tindakan oknum pemerintah yang bertindak tebang pilih dalam penerapan aturan APK.

Supra, sapaannya, bahkan menagih janji Pj Wali Kota Makassar yang disetiap kesempatan berbicara tentang netralitas ASN di pilkada.

Politisi NasDem itu meminta agar Pj Wali Kota Makassar segera melakukan tindakan agar tidak memicu konflik di tengah para pendukung paslon.

“Saya Ketua Komisi A menagih janji Pj Wali Kota dimana di setiap kesempatan beliau berbicara tentang netralitas ASN. Jangan sampai masalah ini memicu kita (Pilkada Makassar) masuk dalam zona merah,” tegas legislator Makassar dua periode dari itu.

(Erianto)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending