Bawaslu Makassar Hentikan Kasus Mutasi 32 Pejabat - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Politik

Bawaslu Makassar Hentikan Kasus Mutasi 32 Pejabat

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Makassar menghentikan penyelidikan kasus dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin.

Dimana Rudy sebelumnya sempat diduga melanggar undang-undang (UU) Pilkada karena memutasi dan melantik 32 pejabat pada lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar jelang pendaftaran Bakal Calon (Balon) Wali Kota Makassar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Anggota Komisioner Bawaslu Kota Makassar, Sri Wahyuningsih pada Makassartoday.com mengatakan kasus itu dihentikan karena tidak bertentangan dengan udang-undang yang ada seperti yang disangkakan sebelumnya.

“Statusnya dihentikan karena penempatan Plt sebagai pengisian jabatan yang kosong melalui Plt tidak melanggar ketentuan pasal 71 (2) UU Nomor 10 tahun 2016,” kata Sri melalui pesan WhatsApp, Jumat (18/9/2020).

alterntif text

Baca Sebelumnya : Mutasi Pejabat Disoal, Bawaslu : Pj Wali Kota Makassar Terlapor

Sementara Ketua Bawaslu Kota Makassar, Nursari saat dimintai tanggapan akan hal itu enggan beromentar banyak. Ia justru menyarankan kasus itu ditanyakan pada anggota komisioner yang lain.

“Kita hubungimi ibu Sri,” jawab singkat Nurasir.

Diketahui sebelumnya, Bawaslu Makassar melakukan peyelidikan atas mutasi yang dilakukan oleh Rudy ditegah tahapan Pilwali yang sedang berjalan. Rudy melantik 32 pejabat pada, Jumat (04/09/2020) lalu. Diman dua diantaranya adalah Camat, yakni Camat Mariso dan Ujung Pandang.

Selain itu, pejabat eselon III lainnya yang turut diganti ialah Kepala Bagian (Kabag) Umum dan Protokol. Kemudian ada pejabat eselon IV, salah satu diantaranya ialah Lurah Bangkala dan Tamalate. Atau secara keseluruhan, total sebanyak 19 pejabat Eselon III yang dilantik oleh Rudy. Sementara itu, untuk pejabat Eselon IV ialah 13 orang.

(Isak Pasabuan)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending