Alasan Pemulihan Ekonomi, Pemkot Makassar Kini Bolehkan Resepsi Pernikahan - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Alasan Pemulihan Ekonomi, Pemkot Makassar Kini Bolehkan Resepsi Pernikahan

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Adanya kekhawatiran ekonomi melemah di tengah pandemi Covid-19 yang masih terus berlangsung hingga saat ini membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar turut konsen pada pertumbuhan ekonomi dengan catatan tidak mengabaikan kesehatan.

Seperti resepsi pernikahan di hotel yang sebelumnya sempat dilarang kini sudah diperbolehkan. Hal itu diperkuat dengan dimuatnya di dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 53 tahun 2020, Bab IV tentang Protokol Kesehatan Pada Pelaksanaan Kegiatan Resepsi Pernikahan.

Sanksinya pun tidak main-main. Penyelenggara acara yang melanggar akan didenda mulai dari teguran lisan hingga denda administratif paling banyak Rp 20 juta.

Menurut Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin hal itu dibolehkan setelah menerima masukan dari berbagai pihak. Pesta itu dinilai akan turut menghidupkan ekonomi, salah satunya membuka lapangan kerja.

“Pesta pernikahan itu sudah bolehkan, kita sudah analisis saat pesta itu yang berpotensi penularan saat makan dan minum karena buka masker. Selain itu, pasti berdekatan karena ajang kangen-kangenan keluarga. Itu juga berbahaya. Jadi hal itu yang kita atur tapi potensi ekonominya kita jalankan,” kata Rudy, Rabu (23/9/2020).

alterntif text

Lebih jauh, Rudy menyebut saat ini pihaknya konsen pada dua hal yakni menekan angka kasus penyebaran virus juga perekonomian harus tetap jalan.

Baca Sebelumnya : Gubernur Sulsel Sebut Izin Resepsi Pernikahan Masih Terlalu Dini

“Konsen kita saat ini ada dua, yaitu penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi. Jadi kebijakan yang kita ambil harus mendukung hal itu,” tungkasnya.

Dalam penjelasan Gugus Tugas Covid-19 Makassar sebelumnya mengatakan aturan dalam resepsi pernikahan antara lain setiap pengunjung hanya boleh dibatasi maksimal 30 peserta.

Mereka juga diawasi oleh petugas. Jika lebih dari 30 undangan, peserta yang masuk ke dalam pesta pernikahan dibagi per 30 peserta undangan.

Sementara untuk makanan-makanan tidak lagi menggunakan prasmanan akan tetapi disajikan dalam bentuk nasi kotak dan sebagainya.

“Selama proses acara, seluruh peserta tidak diperkenankan membuka masker,” tegas Ketua Satgas Penindakan Disiplin Covid-19 Makassar, M Sabri.

(Isak Pasa’buan)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending