Warga Pulau Kodingareng Ke NA : Kalau Tidak Mau Sama Walhi, Temui Kami Saja - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Warga Pulau Kodingareng ke NA : Kalau Tidak Mau Sama Walhi, Temui Kami Saja

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Polemik tambang pasir laut di wilayah tangkap nelayan Pulau Kodingareng hingga kini belum menemui titik akhir. Saat ini, masyarakat pulau masih terus berusaha agar Pemerintah Provinsi Sulsel memenuhi keinginan nelayan agar menghentikan aktivitas tambang pasir laut tersebut.

Menanggapi pernyataan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA), menolak mau bertemu dengan pihak Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), istri nelayan Kodingereng Lompo, Zakia angkat berbicara.

“Kalau tidak mau sama Walhi, setidaknya pak gubernur bersedia temui kami saja, dialog bersama nelayan dan perempuan Pulau Kodingereng,” kata Zakia.

Lebih lanjut, Zakia mengatakan bahwa warga Pulau Kodingareng tidak pernah merasa bahwa Walhi adalah provokator seperti yang dikatakan gubernur di media, saya rasa informasi yang bapak dapatkan sangat keliru.

Dengan adanya pendampingan dari Aliansi Selamatkan Pesisir (ASP), warga khususnya nelayan merasa terbantu untuk mempertahankan wilayah tangkapnya dari aktivitas penambangan.

Kemudian seorang nelayan pancing di Pulau Kodingareng, Suwadi, juga meminta agar Gubernur Sulsel bersedia mendatangi nelayan dan berdialog agar pemerintah mengetahui secara pasti masalah yang dihadapi nelayan, sehingga pemerintah segera menghentikan penambangan di wilayah tangkapnya.

“Saya berharap sekali Gubernur dibuka kan pintu hatinya sehingga mau bicara dengan kami-kami para nelayan di Pulau Kodingareng, karena kami juga rakyat Sulawesi Selatan,” pintanya.

Suwadi menambahkan bahwa penambangan pasir laut sudah berjalan selama tujuh bulan lebih. Selama itu juga, kehidupan nelayan di Pulau Kodingareng sangat terpuruk bahkan sudah tidak ada pemasukan karena setiap para nelayan melaut, selalu pulang dengan tangan kosong.

alterntif text

“Kami hanya ingin Boskalis berhenti menambang dan izin dicabut. Karena kalau kapal itu menambang, tidak ada ikan yang kami dapatkan karena air keruh dan ombak tinggi. Jadi tolong hentikan penambangan pasir di wilayah tangkap kami,” tuturnya.

Kemudian, terkait dengan tudingan bahwa warga diprovokasi, para nelayan mengaku tidak pernah diprovokasi atau dihasut oleh pihak mana pun. Para nelayan di Pulau Kodingareng merasakan langsung dampak tambang pasir laut sehingga para nelayan dan perempuan tidak henti-hentinya menolak tambang pasir laut.

“Kami tidak pernah diprovokasi oleh siapapun termasuk WALHI, kami yang meminta agar mahasiswa dan ASP mendampingi kami agar keinginan kami dapat didengar oleh pemerintah. Jadi sekali lagi, saya minta Bapak Gubernur tolong hentikan tambang pasir laut ini agar hidup kami kembali normal,” tegas Suwadi.

“Kalau pak gubernur tidak mau datang di pulau menemui dan berdiskusi dengan kami, hentikan tambang pasir. Jika pak gubernur tidak mau hentikan tambang, kami akan mendatangi kantor bapak untuk menyampaikan dampak yang kami rasakan selama ini,”

Begitu juga dengan Sita (24) Istri nelayan itu mengatakan tiap kali datang di kantor Gubernur tidak pernah mau ditemui oleh Gubernur.

“Sekarang kami tagih janji bapak (gubernur) untuk menemui kami untuk berdiskusi, jika tidak, kami akan kembali menemui bapak,” tegas Sita.

Sementara Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA) dalam keteranggannya saat diwawancara wartawan perihal tantangan untuk diskusi dengan WALHI perihal tambang pasir di perairan Pulau Kodingareng ogah bicara banyak.

“Jangan kita habiskan waktu hal yang tidak penting, kita lagi kaji kok. Kalau memang mau bangun komunikasi dengan kita, jangan memprovokasi masyarakat,” jawab NA akronim nama mantan Bupati Bantaeng itu.

Diketahui saat ini, aktivitas tambang pasir laut yang dilakukan oleh kapal Queen of Netherlands masih terus beroperasi dan di perairan Pulau Kodingareng.

(Isak Pasabuan)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending