11 Kasus Di Bawaslu Makassar Menunggu Rekomendasi KASN, 1 Masih Berproses - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Politik

11 Kasus di Bawaslu Makassar Menunggu Rekomendasi KASN, 1 Masih Berproses

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Makassar kembali mendalami adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di jajaran Pemerintahan Kota (Pemkot) Makassar pasca penetapan Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota tahun 2020.

Ketua Bawaslu Kota Makassar, Nursari mengatakan pihaknya sebelum ada penetapan telah memeriksa 11 kasus terkait keterlibatan ASN dalam politik praktis. Namun dikarenakan belum adanya penetapan saat itu maka semuanya diserahkan pada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk diproses.

“Pasca penetapan calon ada yang sementara kita proses nanti disampaiakan sama teman-teman Bawaslu. Satu orang. Totalnya ada 11 kasus tapi itu sudah selesai dan kita menunggu saja rekomendasi dari KASN. Namun untuk tahapan penetapan calon ada sementara yang kita telusuri satu orang,” terang Nursari saat ditemui.

ASN yang diduga melakukan pelanggaran itu disebut orang yang menduduki jabatan strategis di jajaran Pemkot .

Adapun pelanggarannya sendiri, ASN tersebut ditemukan memposting foto salah satu paslon di histori WhatsApp pribadinya. Nursari mengatakan pihaknya masih mendalami apakah ada kaitan hubungan keluarga dengan Paslon itu atau tidak.

alterntif text

“Di histori WAnya dia jadikan statsu salah satu pasangan calon. Dugaanya pejabat,” kata Nursari.

Senada dengan itu, Komisoner Bawaslu Kota Makassar, Sri Wahyuningsih menyebut saat ini kasus yang ditangani pihaknya masih dalam proses penelusuran termasuk pengumpulan barang bukti dan saksi-saksi.

“Itu ada di kecamatan, ini masih dalam proses penelusun dan klarifikasi karena baru didapat infonya. Panakkukang, Tamalate, Ujung Tanah. Tiga kasus ini pasca penetapan paslon tanggal 23,” tutur Sri.

Kasus di tiga kecamatan itu diketahui memberi simbol like pada statsu Facebook, termasuk ada yang memposting.

Adapun kasusnya akan diserahkan pada wilayah kerja masing-masing Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam).

“Misalkan di Panakkukang kita temukan, jadi kita proses di kecamatan itu. Kita serahkan ke panwascamnya,” ujarnya.

Sementara aturannya sendiri, Sri menjelaskan bahwa dalam Undang-undang (UU) ASN nomor 5 tahun 2014, UU Pemilihan nomor 10 tahun 2016, dan Surat Edaran (SE) Komisi ASN.

“Jadi kita ingatkan kembali bahwa harus tetap menjaga netralitas karena bertambah hukumanya di masa sekarang kalau terbukti karena bisa diproses pidana kalau dia terbukti. Kita sudah punya kewengan di Gakkumdu karena sudah ada paslon,” kuncinya.

(Isak Pasa’buan)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending