Dinkes Makassar Tetap Gunakan Rapid Tes Bagi Ibu Hamil - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Dinkes Makassar Tetap Gunakan Rapid Tes Bagi Ibu Hamil

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar ternyata masih menggunakan alat rapid tes untuk mendeteksi gejala Covid-19 bagi ibu hamil atau ibu yang hendak melahirkan meskipun tak direkomendasikan lagi oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Sesuai dengan surat yang diterbitkan Kemenkes RI Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Virus Corona (Covid-19) yang diteken langsung oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Naisyah Tun Azikin mengatakan bagi ibu hamil yang hendak bersalin diminta menjalani rapid test, baik di puskesmas atau rumah sakit khusus ibu dan anak di Kota Makassar. Hal itu dilakukan sebagai metode screening awal yang efektif saat ini.

Naisyah juga menegaskan ibu hamil wajib melakukan Rapid test jauh sebelum melahirkan. Selain untuk keselamatan pada ibu hamil, ia mengatakan hal tersebut juga penting untuk keselamatan bagi tenaga kesehatan (nakes).

“Yang pertama keselamatan bayi dan kedua keselamatan nakes yang ada. Nah upaya yang paling efektif yang bisa dilakukan,” kata Naisyah saat diwawancara, Rabu (30/9/2020).

Lebih jauh, ia menyatakan tak bisa melakukan metode screening Covid-19 dengan menggunakan swab test dikarenakan penyediaan kuota swab test di Makassar sangat terbatas. Sementara ibu hamil yang diperkirakan Dinkes Makassar berkisar 30 ribu di tahun 2020.

“Sudah ada juknis peraturan yang menyatakan lakukan pemeriksaan sesuai juknis kondisi di daerah masing-masing. Yang prtama tidak semuanya kita bisa lakukan swab,” terangnya.

Hal itu juga dilakukan untuk menghindari kondisi darurat ketika ibu hamil yang mau melahirkan harus diswab terlebih dahulu.

alterntif text

“Kemudian yang kedua, kondisi darurat, datang ibu hamil mau melahirkan. Mau mi keluar anaknya baru disuruh swab, 3 Hari baru ditau hasilnya, lama ditunggu hasilnya, tidak mungkin kita langsung tahu, jadi kita mendeteksi dengan screening Rapid,” terangnya.

Olehnya itu, pihaknya tetap mewajibkan Rapid test untuk ibu hamil. Hal ini kata dia telah menjadi protap untuk memastikan keamanan kesehatan.

“begitu ada yang reaktif kita swab. Begitu swab positif kita rujuk ke RS rujukan Covid-19, yaitu Dadi dan Labuan Baji.Itu protapnya. kalau kita tidak screening, dia belum impartum, pada saat kondisi darurat dia datang sudah muncul kepala bayinya, tunggu dulu tahanki swab ki dulu,” bebernya.

Adapun soal keselamatan, Naisyah memastikan Rapid test aman bagi bayi usia dan ibu hamil. Tak ada bahaya yang ditimbulkan oleh ibu hamil jika menjalani rapid tes sebelum melahirkan.

“pemeriksaan rapid tidak mempengaruhi janin yang ada di dalam kandungan. Yang diambil darah di kapiler. Jadi itu untuk screening awal, reaktif, swab, positif, rujuk,” kuncinya.

Sebelumnya, Humas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar dr Wachyudi Muchsin menyayangkan sikap yang ditunjukkan Pj Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin karena hanya memilih rapid test ketimbang tes swab.

Sebab, menurut Wachyudi, rapid test selama ini tidak bisa dijadikan acuan untuk menentukan orang tersebut positif atau tidaknya terjangkit corona.

“Hasil rapid test positif maupun negatif itu semua palsu dan alat itu bukan rekomendasi IDI. Harusnya, Pak Pj Wali Kota Makassar setelah bertemu dengan orang yang terkonfirmasi positif langsung melakukan isolasi mandiri dan melakukan tes swab,” katanya saat dikonfirmasi, Senin (21/9/2020), dikutip dari Kompas.com.

(Erianto)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending