Enam Mahasiswa Ditahan Polrestabes Makassar Akhirnya Dapat Akses Bantuan Hukum - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Enam Mahasiswa Ditahan Polrestabes Makassar Akhirnya Dapat Akses Bantuan Hukum

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Setelah menanti berhari-hari, Koalisi Bantuan Hukum Rakyat (Kobar) Makassar baru diberi akses oleh Polrestabes Makassar untuk mendampingi ke enam mahasiswa yang masih ditahan hingga saat ini.

Enam aktivis mahasiswa itu ditahan oleh polisi saat menggelar aksi unjuk rasa penolakan pengesahan RUU Cipta Kerja menjadi Undang-undang (UU) beberapa waktu lalu serta aksi menuntut pihak kepolisian untuk melepaskan rekan mereka yang ditahan lebih dulu.

Ke enam orang yang masih berstatus mahasiswa itu yakni, SL (21), FH (22), KM (25), IC (22), DM (20), dan MN (21). Ke enamnya dikenakan pasal yang sama yakni Pasal 214 KUHP, 160 KUHP, 170 KUHP, 406 KUHP juncto pasal 55 KUHP dan 56 KUHP, dengan dugaan melakukan penghasutan, kekerasan, serta pengrusakan secara bersama-sama.

Tim hukum Kobar Makassar, Maemanah saat ditemui di Polrestabes Makassar mengatakan pihaknya telah mendapat legalitas untuk mendampingi.

“Alhamdulillah, kami baru saja diberi kesempatan untuk bertemu ke enam mahasiswa tersebut. Mereka sudah menandatangani surat kuasa,” ucap Maemanah.

Terkait sejumlah pasal yang disangkakan pada enam mahasiswa yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu diharap bisa berjalan sesuai dengan aturan yang ada dan mengedepankan nilai-nilai kemanuasiaan.

“Kita harap proses hukumnya berjalan sebagaimana mestinya. Yang jelas nilai-nilai keadilan dan HAM itu harus dikedepankan,” tambahnya.

alterntif text

Hal senada ikut disampaikan Abd Azis Dumpa yang juga masuk dalam koalisi Kobar Makassar. Ia menilai apa yang dilakukan oleh para mahasiswa tersebut adalah merupakan hal yang juga dilindungi dalam undang-undang.

Dimana setia orang berhak menyampaikan pendapat serta mengekspresikan dirinya. Dengan begitu, para mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa disebut tindakan yang tidak melawan hukum sama sekali.

“Itu bagian dari membatasi hak kekebasan berpendapat dan berekersprsi. Karena menyampaikan ekspresi itukan bukan hal yang masuk kategori pidana. Makanya bagi kami tidak ada sama sekali yang masuk dalam tindak pidana atas cara dia dalam menyampaikan pendapat dan ekspersi karen itu dilindungi undang-undang sebagaimana dimaksud dalam UU nomor 9 tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum,” tungkasnya.

Adapun lembaga yang tergabung dalam Kobar Makassar yakni, PBH PERADI Makassar, PBHI Sulsel – YLBHI LBH Makassar, YLBHM, LBH AKS, LBH Apik Makassar, LBH Pers Makassar, – LKBH UNSA, PPHAR dan YBH2I.

Sementara itu, data yang dirilis Kobar Makassar pasca aksi tolak UU Cipta Kerja termasuk aduan dari pihak keluarga, kerabat dan rekan mereka yang mengaku hilang dan ditangkap oleh polisi dan tidak diketahui keberadannya Pertanggal 9 September 2020 Pukul, 23.00 Wita, terdapat total sebanyak 161 orang, diantaranya 106 mahasiswa, 30 orang pekerja/buruh, 25 orang pelajar/anak di bawah umur. Sedangkan dari data yang didapatkan dari pihak Polrestabes Makassar setidaknya terdapat 250 orang yang ditangkap 77 diantaranya pelajar/usia anak.

(Isak Pasa’buan)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending