Erwin Aksa Dilapor Ke Bawaslu, Jubir Appi-Rahman : Kami Hargai - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Politik

Erwin Aksa Dilapor ke Bawaslu, Jubir Appi-Rahman : Kami Hargai

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Fadli Noor selaku Juru Bicara Paslon Wali Kota dan Wakil Walikota Makassar, Munafri Arifuddin-Abd Rahman Bando (Appi-Rahman), angkat suara perihal laporan yang dialamatkan kepada Ketua Tim Pemenangan, Erwin Aksa, oleh Tim Hukum Paslon Danny-Fatma di Bawaslu Sulael.

Fadli mengaku menghargai setiap upaya hukum yang dilakukan setiap kandidat atas setiap dugaan pelanggaran dalam kontestasi pilkada.

“Kami tentu menghargai setiap upaya hukum yang dilakukan oleh setiap kandidat atas setiap dugaan pelanggaran,” ucap Fadli Noor, mewakili Erwin Aksa, Rabu (14/10/2020).

Menurutnya, melakukan upaya hukum melalui Bawaslu dan juga Gakumdu adalah proses demokratis yang harus ditaati setiap kontestan.

Meski begitu, upaya hukum dengan pelaporan ke Bawaslu, kata Fadli, harus juga disertai tertib hukum saat jadi terlapor dengan menghargai semua proses hukum yang berlangsung di lembaga yang sama.

Seperti dilansir sebelumnya, Tim Hukum Danny-Fatma melaporkan Erwin Aksa ke Kantor Bawaslu Sulsel atas dugaan melakukan kampanye hitam.

alterntif text

Baca Juga : Bawaslu Limpahkan Kasus Dugaan Pelanggaran Pemilu Paslon ADAMA ke Polisi

Kubu Danny-Fatma menilai pernyataan Erwin yang dikutip di beberapa media massa telah menyerang kehormatan dan dapat merugikan Danny-Fatma yang saat ini sedang mengikuti proses kampanye dalam kontestasi Pilwalkot Makassar.

Salah satu anggota Tim Hukum Danny-Fatma, Ilham Harjuna menjelaskan, laporan dilayangkan karena pernyataan Erwin yang dikutip di beberapa media massa telah merugikan dan mencemarkan nama baik paslon Danny-Fatma.

“Danny selaku calon wali kota merasa kehilangan kepercayaan dan mungkin akan tidak dipilih oleh warga Makassar yang sempat membaca berita dari pernyataan Erwin selaku ketua tim kubu lawan Danny-Fatma,” ujar Ilham.

Ilham menambahkan, upaya kampanye hitam yang dilakukan Erwin melanggar Pasal 69 huruf B dan C, UU No 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, dengan ancaman hukuman minimal 3 bulan, maksimal 18 bulan penjara.

(Isak Pasa’buan)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending