Waspadai Gelombang Tinggi Di Selat Makassar Dua Hari Kedepan - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Waspadai Gelombang Tinggi di Selat Makassar Dua Hari Kedepan

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan di Indonesia dalam dua hari kedepan.

Beberapa perairan termasuk di selat Makassar diperkirakan akan terjadi gelombang tinggi lebih dari 1.25 meter hingga 2.5 meter.

Rizky Yudha selaku Prakirawan Cuaca BMKG Sulawesi Selatan, menyebutkan gelombang tinggi bertahan selama 12 jam kedepan dan berlaku maksimal dua hari sejak dikeluarkan peringatan, Sabtu (17/10/2020).

“Dua hari kedepan diperkirakan terjadi gelmbang besar, termasuk di selat Makassar,” jelasnya.

Rizky menambahkan, untuk musim penghujan di kota Makassar dan sekitarnya masuk pada bulan November.

Tak hanya itu, BMKG juga memperingati adanya dampak badai La Nina pada musim hujan di wilayah Sulsel.

Perimgatan itu dikemukakan Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah IV Makassar, Darmawan saat melakukan petemuan dengan Gubernur Sulsel, siang tadi.

“Fenomena La Nina diperkirakan terus berkembang mencapai intensitas moderat pada akhir 2020 dan mulai meluruh pada Januari-Febuari 2021,” kata Darmawan.

Akibatnya, terjadi dampak pada peningkatan curah hujan bulanan antara 20 hingga 40 persen di atas normal.

“Ini sekarang La Nina, yaitu peningkatan curah hujan yang tinggi itu sedang meningkat dari kategori lemah ke moderat,” sambungnya.

alterntif text

Lanjutnya, untuk wilayah Sulsel sendiri belum memasuki musim hujan sepenuhnya sehingga perlu diantisipasi lebih awal.

Adapun prakiraan musim hujan tahun 2020/2021, wilayah pantai barat Sulawesi Selatan akan terjadi pada bulan November dan puncaknya pada bulan Januari.

Seiring kenaikan curah hujan, La Nina berpotensi meningkatkan risiko bencana
hidrometeorologi.

Pemerintah dan pemangku kepentingan terkait perlu mengantisipasi dampaknya di berbagai sektor.

Koordinasi antar pemerintah daerah, baik tingkat kabupaten/kota maupun provinsi yang wilayahnya dilintasi sungai menjadi penting.

Dampak seperti banjir dan terendamnya lahan pertanian, BMKG memberikan saran agar saluran air di lahan pertanian perlu diperlebar dan memastikan aliran air tidak terhambat.

Pada sektor budidaya perikanan dengan cara membersihkan muara dari hulu sampai ke hilir dan meninggikan tanggul untuk mengantisipasi banjir dan air pasang.

“Bisa mengantisipasi DAS-DAS yang mungkin kita prediksi akan menjadikan banjir bandang. Sehingga kejadian di Bantaeng dan Luwu Raya tidak terjadi lagi,” sebutnya.

“Dan BMKG sudah siap dengan sistem peringatan dini yang tersebar di Wilayah Sulsel untuk membantu memberikan peringatan dini dan membantu memantau perkembangan kondisi
cuaca yang terjadi,” sambung Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Maros, Hartanto.

Selanjutnya BMKG meminta agar Gubernur, Bupati, serta Wali Kota dapat mensosialisasikan hal ini.

(Riel/*)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending