Ini Pemicu Sekelompok Pria Bersajam Ngamuk Ke Demonstran Aksi Tolak UU Cipta Kerja Di Makassar - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Ini Pemicu Sekelompok Pria Bersajam Ngamuk ke Demonstran Aksi Tolak UU Cipta Kerja di Makassar

Published

on

alterntif text

Makassartoday.com, Makassar – Massa aksi yang berunjuk rasa di bawa flyover Makassar menolak Undang-undang (UU) Cipta Kerja seketika berhamburan.

Para pendemo yang terdiri dari mahasiswa dan buruh berhamburan menyelamatkan diri dikarenakan salah satu kelompok pria tiba-tiba datang dengan membawa senjata tajam (sajam) berupa badik mengancam para demonstran.

Kelompok tersebut mengaku pendukung salah satu Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Makassar Nomor Urut 1.

Mereka geram lantaran baliho jagoan, paslon Danny Pomanto-Fatmawati (ADAMA) diturunkan oleh massa aksi dan digunakan untuk memblokade jalan.

“Demo boleh asal jagan rusak baliho. Baliho tidak ada kaitannya dengan demo. Saya dukung demo tapi jangan merusak,” kata Muksin yang mengaku dari Laskar Sinri’jala.

Massa aksi juga sempat terkecoh dengan melempar batu ke arah kelompok yang datang dengan badik tersebut.

Namun demikian, keributan itu masih bisa dikendalikan. Massa aksi kembali berorasi dan baliho yang sebelumnya dibaringkan di jalan kembali didirikan. Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Namun saat dikonfirmasi ke Juru Bicara (Jubir) ADAMA, Indira Mulyasari terkait imsiden tersebut mengaku tidak tahu menahu akan kelompok tersebut.

“Saya nda hafal (tim ADAMA). Saya tidak tau (Laskar Sinri’jala),” kata Indira melalui sambungan telepon selulernya.

Namun yang pasti, kata dia, kejadian tersebut bukan intruksi dari tim inti pemenangan ADAMA. Termasuk dari Paslon Danny-Fatma.

“Hal-hal itu bukan intruksi dari kandidat dan tim karena kita di tim selalu bicarakan apa yang mau kita lakukan dan itu tidak ada dibicarakan. Ini baru saya tau (kejadiannya) dari kita,” tutur Indira.

Perihal, aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh mahasiswa menurut Indira adalah merupakan hal yang biasa dalam bernegara dan berdemokrasi. Menyampaikan pendapat adalah salah satu hal yang dilindungi konstitusi kata dia.

“Bentuk protes mahasiswa itu hal biasa dilakukan, dan terkait APK (yang dirusak) saya belum lihat dan saya belum bisa komentar apa-apa,” kuncinya.

(Isak Pasa’buan)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending