Rekonstruksi Kasus Suami Bunuh Istri Di Gowa, Korban Dicekik Hingga Tewas - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Rekonstruksi Kasus Suami Bunuh Istri di Gowa, Korban Dicekik Hingga Tewas

Published

on

alterntif text

Makassartoday.com, Gowa – Penyidik Reskrim Polsek Bontomarannu bersama JPU serta penasehat hukum tersangka kasus pembunuhan di Kelurahan Borongloe, Kabupaten Gowa, Sulsel, menggelar rekonstruksi reka ulang adegan.

Tujuan dilakukannya rekonstruksi tersebut untuk melengkapi berkas acara pemeriksaan sekaligus untuk mencocokkan data-data yang diperoleh penyidik agar setelah dilimpahkan ke kejaksaan tidak ditemukan lagi kejanggalan kekurangan.

Kasubbsg Humas Polres Gowa AKP. M. Tambunan menyebutkan, dari hasil keterangan terhadap pelaku menjelaskan bahwa motif dari kejadian tersebut dikarenakan pelaku
YM (24), emosi karena diusir oleh korban dari rumah.

“Korban saat itu menemukan foto tersangka bersama perempuan lain di dalam HP tersangka, karena melihat hal itu lalu korban emosi dan sakit hati kemudian merampas handphone tersangka kemudian mengusir tersangka dari rumahnya,” beber Tambunan.

Agar keterangan tersangka berkesesuaian dengan kejadian yang sebenarnya selanjutnya penyidik Unit Reskrim Polsek Bontomarannu dipimpin Kanit Reskrim IPDA Arianto Najib bersama pihak JPU dan pengacara dari tersangka pada Kamis siang tadi (22/20/2020) di Jalan Pattiro, Lingk Songkolo, Keluarahan Borongloe, Kecamatan Bontomarannu, menggelar rekonstruksi.

Dari hasil rekonstruksi diketahui bahwa pelaku YM melakukan aksi mencekik leher korban yang merupakan istrinya NA (36) pada adegan 10 dari 21 adegan yang telah dilakukan.

Pada adegan ke 10 pelaku mencekik leher korban dengan menggunakan kedua tangannya hingga mendengkur lalu mengeluarkan busa pada mulut.

Tidak hanya itu tersangka kemudian
mengambil baju kaos lalu mengikat leher korban lalu mengambil HP dan sepeda motor korban selanjutnya melarikan diri menuju rumah orang tuanya.

“Sekitar 8 bulan lamanya pelaku melarikan diri ke Kabupaten Kolaka di Sulawesi Tenggara, kemudian menyerahkan diri ke pihak Kepolisian pada 02 September 2020,” sambung Kasubbag Humas Polres Gowa AKP M. Tambunan.

IPDA Arianto Najib saat dikonfirmasi terkait penyidikan yang telah dilakukan menjelaskan, hingga saat ini penyidik telah memintai keterangan dari 9 orang saksi kemudian mengamankan beberapa barang bukti lainnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, penyidik menjerat tersangka dengan Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 44 (3) UURI No 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

(Hajji Taruna)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending